Untuk informasi seputar review film dan info perfilman, silakan kunjungi RajaSinema

Semalam di Hotel Satria Cirebon, 200 Ribuan Sudah Dapat Sarapan

Dengan disediakannya sarapan yang cukup, Hotel Satria Cirebon bisa menjadi alternatif menginap untuk rentang harga 200 ribuan

Besok sudah ada janji jam 8 pagi dengan klien di Cirebon. Tapi sore ini saya masih di Tasikmalaya. Bimbang antara menginap di Tasikmalaya lalu subuh berangkat ke Cirebon, atau sore ini berangkat ke Cirebon dan menginap di sana?

Itulah salah satu dilema pekerja lapangan.

Sembari makan siang (yang sangat terlambat) di jam 5 sore, di salah satu warung sate pinggiran di daerah Mangkubumi, Tasikmalaya, saya cek google maps untuk lihat estimasi lama perjalanan.

Rupanya jarak antara Tasikmalaya dan Cirebon sekitar 109 kilometer dengan waktu tempuh 3 jam 26 menit. Jika saya berangkat sore ini, maka tiba di Cirebon sekitar pukul 9 malam. Tapi jika saya berangkat Subuh esok hari, ada kemungkinan saya terlambat ke pertemuan.

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Cirebon sore ini, dan mempercepat makan. Sekitar jam setengah enam sore saya berangkat.

Rute yang dilewati sesuai arahan google maps adalah lewat Panjalu (Kab. Ciamis), tembus di Cikijing (Kab. Majalengka), jalan terus lagi ke Kuningan, hingga akhirnya tiba di Cirebon dari arah Cilimus (Kab. Kuningan).

Saya tidak akan banyak cerita soal perjalanannnya, karena ini bukan pertama kalinya melewati rute tersebut. Hanya saja, perjalanan lewat Panjalu pada malam hari memang baru pertama. Perlu ekstra hati-hati karena selain sepi, jalanan Panjalu naik turun dan masih banyak jalan yang rusak dan berlubang.

Pokoknya, baru merasa plong setelah tiba di Cikijing. Setelah itu perjalanan nyaman dan lancar, karena termasuk jalan utama dan kondisi jalanannya pun cukup baik.

Semalam di Hotel Satria Cirebon

Logo dan font-nya mirip hotel San..../Raja Lubis

Tiba di Cirebon sekitar pukul setengah sembilan malam. Sebelumnya saya sudah booking hotel yang dekat dengan lokasi pertemuan esok. Dan terpilihlah Hotel Satria Cirebon. 

Dan ini pengalaman saya menginap semalam di Hotel Satria Cirebon, sebagai referensi teman-teman jika berkunjung ke Cirebon.

Harga dan tipe kamar

Desain interior serba coklat, buat kamar Standard Hotel Satria Cirebon ini tampil unik/Raja Lubis

Saya booking kamar Standard dengan harga 247 ribu rupiah lewat aplikasi Traveloka. Dengan metode pembayaran BCA Virtual Account dikenakan biaya administrasi seribu rupiah, sehingga total biaya kamar sebesar 248 ribu rupiah.

Saat check-in, saking lelahnya saya tidak sempat bertanya-tanya soal tipe kamar yang lain. Tapi yang jelas tipe Standard ini adalah tipe paling murah di Hotel Satria Cirebon. Jadi teman-teman bisa mengeceknya sendiri di aplikasi pemesanan online ya untuk tipe lain dari hotel ini.

Oia, hotel ini juga mewajibkan deposit 100 ribu rupiah saat check-in dan akan dikembalikan saat check-out. Pastikan kita menerima bukti deposit dari resepsionis. 

Fasilitas kamar

Kok teh dua-duanya, kopinya mana?/Raja Lubis

Hotel ini tidak memiliki lantai dua alias bangunannya tidak bertingkat. Semua kamar dan fasilitas hotel berada di satu lantai yang sama sehingga terlihat sangat luas. Soal parkir, nggak perlu khawatir. Hotel punya area parkir yang juga luas, boleh saya bilang 1 kamar bisa untuk 1 mobil parkir.

Yuk ah masuk dulu ke kamar nomor 106, sudah capek bin lelah.

Kamarnya tidak begitu luas. Dan seperti biasa, parameter luas bagi saya adalah memiliki space untuk gelar satu sajadah. Dan di kamar Standard ini sulit banget posisinya. Mau geser-geser kasur juga nggak nemu space yang available untuk salat.

Tapi ya sudahlah, yang penting bisa dipakai untuk beristirahat dan recharge energi untuk bekerja esok hari.

Sementara untuk fasilitas dalam kamar, saya kira cukup lengkap. Berikut kelengkapan fasilitas kamar Hotel Satria Cirebon:

Fasilitas dalam kamar
AC
Dingin pol
Televisi
Colokan Hanya ada 1 gantian dengan teko listrik
Wifi Tidak tersedia di kamar, hanya area publik
Mineral Water 2 buah merek TIRTA 600 ml
Teh/Kopi 2 sachet teh dan gula, tak ada kopi
Meja/Kursi
Lemari
Snack/Mini Bar

Sandal
Lainnya
Tempat sampah

Tadinya saya pengin menginap kembali di Size Inn Hotel Cirebon. Tapi harganya udah mengalami kenaikan. Kamar yang biasa saya pesan, harganya menjadi 230 ribu rupiah per malam. Karena 'beti' alias beda tipis, nggak ada salahnya nyoba hotel lain.

Dibandingkan Size Inn yang punya masalah dengan AC, Hotel Satria ini tampil lebih baik. AC-nya berfungsi dengan baik dan kerasa dinginnya hingga pagi.

Tapi soal wifi, sama-sama bermasalah. Wifi di Hotel Satria tidak tersedia di dalam kamar. Saya harus keluar kamar baru bisa merasakan nikmatnya wifi sambil ngopi ganteng, walau sesekali nyamuk nakal menyerang.

Saya masih bingung, kenapa hotel lebih senang menyediakan wifi publik dibandingkan bisa diakses di dalam kamar? Apa karena biaya yang tinggi?

Akhirnya saya memilih bekerja di dalam kamar saja dengan sharing kuota internet dari handphone. Ya, lebih baik berada dalam kondisi dingin daripada gatal-gatal karena gigitan nyamuk.

Fasilitas toiletris kamar Standard Hotel Satria Cirebon/Raja Lubis
Fasilitas toiletris
Sabun
1 buah sabun batang
Sikat Gigi 2 buah
Pasta Gigi
Handuk 2 buah
Shower
Wastafel
Closet Duduk
Water heater
Lainnya
Sampo Emeron 1 sachet, tempat sampah

Area kamar mandi yang dug-deg/Raja Lubis

Soal fasilitas kamar mandi, omg, itu penutup shower-nya lepas-lepas. Bisa-bisanya pas mandi, kait penutupnya jatuh. Tapi saya nggak protes soal ini ke pihak hotel, saya pasang sendiri lagi saja.

Yang perlu diperhatikan adalah soal kebersihannya. Di lantai kamar mandi masih nampak kotoran seperti bekas jejak kaki yang mungkin lupa dibersihkan. Mohon jadi perhatian khusus ya!

Sarapan di Cakra Room

Beberapa spot Cakra Room saat sarapan/Raja Lubis

Demi menghemat waktu, saya sarapan begitu Cakra Room dibuka. Sekitar jam 6 pagi lewat 10 menit saya sudah siap mengisi perut dengan berbagai amunisi yang disiapkan.

Dan kebetulannya, saya adalah tamu pertama yang berada di ruangan tersebut. Sampai saya selesai sarapan, belum ada tamu lain yang masuk ke ruangan tersebut. Apakah tamu lain memang menginap tanpa breakfast, atau memang mereka sedang santai saja nggak terburu-buru waktu seperti saya?

Sarapan disediakan dengan parasmanan dalam porsi yang cukup-cukup saja. Pastinya, pihak hotel sudah memperhitungkan kuota sarapan dengan jumlah tamu yang menginap.

Menu utamanya adalah nasi putih, nasi goreng, ayam goreng, tumis, sayur sop, bihun goreng, roti, snack (Malkist, Wafello -eceran seribuan kayaknya-), black coffee, hot tea, puding, dan air putih.

Saya ambil secukupnya saja untuk sarapan. Dan ya rasanya ternyata agak hambar. Baik ayam goreng atau bihun, sama sekali nggak ada rasanya. Minusnya lagi, hotel nggak menyediakan sambal. Seenggaknya kalau ada sambal, rasa yang hambar itu bisa sedikit terobati.

Ya, di rentang harga yang sama, untuk menu sarapan masih menang Size Inn lah.

Menu sarapan sederhana yang saya ambil/Raja Lubis

Saya nggak berlama-lama di Cakra Room. Selepas sarapan, saya membawa 2 buah snack dan secangkir black coffee untuk dinikmati di dalam kamar sembari bersiap-siap untuk check-out.

Harga dan fasilitas bisa saja berubah. Ulasan ini adalah pengalaman menginap pada periode Mei 2024

Informasi lain tentang Hotel Satria Cirebon yang wajib kamu tahu

Ada beberapa informasi lain yang mungkin bisa jadi pertimbangan kamu ketika memutuskan menginap di Hotel Satria Cirebon.

1. Bagi para pemuja sebat, tersedia banyak area outdoor yang bisa digunakan untuk merokok. Atau di depan kamar juga bisa, karena ada dua kursi dan satu meja yang siap digunakan untuk leyeh-leyeh.

2. Terdapat fasilitas barbeque, biliar, hingga karaoke. Langsung tanya saja ke resepsionis soal biayanya.

3. Karena colokan hanya ada satu dan berada di meja kerja, alias jauh dari tempat tidur, bisa bawa terminal sendiri. Atau hubungi resepsionis saja jika ingin meminjam.

Salah satu spot outdoor unik yang dimiliki Hotel Satria Cirebon/Raja Lubis

Akses dan lokasi Size Inn Hotel 

Hotel Satria Cirebon beralamat di Jl. Ahmad Yani No.39, Larangan, Kec. Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasi ini termasuk bagian dari jalan utama Pantura (Pantai Utara Jawa). Jadi jangan heran kalau banyak bus/truk yang berseliweran.

Karena termasuk jalur utama distribusi barang, daerah sekitar Hotel Satria minim sekali kuliner. Bukan area yang pas untuk menjajal kuliner malam hari. Saya pun menggunakan Shopeefood ketika pengin nyemil di malam hari.

Kesimpulannya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Hotel Satria bisa jadi alternatif menginap di Cirebon untuk rentang harga 200 ribuan. Meski pilihan utama saya sejauh ini masih Size Inn Hotel.

Nah, segitu dulu saja pengalaman menginap semalam di Hotel Satria Cirebon. Kalau kamu punya pengalaman menginap di sini, jangan ragu untuk berbagi di komentar ya. 

Dan sampai jumpa di ulasan hotel-hotel berikutnya. 

Tulisan ini murni dari pengalaman pribadi. Tidak sedang bekerjasama dengan Hotel Satria Cirebon ataupun disponsori kompetitor.

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke RajaLubis. Tinggalkan jejak dengan mengisi kolom komentar yang ada. Kami tidak memoderasi kolom komentar, jadi silakan re-cek kembali sebelum berkomentar. Hindari komentar dengan memberikan link hidup, sapaan yang salah, dan atau kata-kata kasar.