-->

Cara Menutup Akun Jenius Dengan Mudah dan Cepat


Cara Menutup Akun Jenius Dengan Mudah dan Cepat

Sejak awal-awal merebak tabungan digital, Jenius ini menjadi primadona terutama untuk kaum muda. Pasalnya segala aktivitas perbankan rutin seperti transfer ke bank lain, top up dompet elektronik, semuanya gratis. Juga tidak ada saldo mengendap dan bebas biaya administrasi bulanan.

Dan ini cerita saya bersama Jenius!

Pengalaman membuka rekening

Saya membuka rekening Jenius sekitar September 2018. Saat itu saya sedang meliput salah satu festival pop culture di Jakarta. Saya tertarik untuk membeli merchandise kaos ekslusif yang disediakan festival tersebut. Pasalnya, kaos tersebut didesain dengan unik karena satu desain hanya digunakan untuk satu kaos.

Sejenak melupakan keinginan tersebut, saya terus berkeliling ke berbagai booth dan activity yang ada di festival film tersebut. Maklum karena kebutuhan saya untuk liputan pekerjaan, jadi harus mencari sebanyak mungkin informasi yang menarik untuk ditulis dan dibagikan kembali ke para pembaca.

Saat berkeliling itulah saya melihat kaos yang saya inginkan ada di booth Jenius. Masih ragu untuk menghampiri, tapi kakak Jenius alias marketingnya dengan sigap menghampiri saya. Alhasil ngobrol-ngobrol lah saya dengan kakak Jenius tersebut.

Dari hasil obrolan tersebut, saya mendapat informasi kalau saya bisa mendapatkan kaos hanya dengan buka rekening baru di Jenius. Persyaratannya adalah top up 10 juta dan ditahan selama tiga bulan.

Singkat cerita, akun Jenius saya sudah terbuka. Oia, selain kaos saya juga mendapat voucher kopi sebesar 50 ribu rupiah.

Alasan menutup akun Jenius

Walaupun awal pembukaan saya hanya tertarik pada promonya, tapi setelah mencoba berbagai fiturnya, perlahan Jenius menjadi tabungan digital utama saya. Transaksi transfer, top up dompet elektronik, buka deposito, split bill dengan teman, dan lain sebagainya saya lakukan dengan Jenius.

Tapi namanya hidup, ada pertemuan ada perpisahan. Saya pun harus say goodbye pada Jenius yang sudah menemani saya selama tiga tahun. Sumpah, bukan karena saya nggak setia tapi karena Jenius yang berubah.

‘Kamu berubah sekarang’, sebuah alasan klasik untuk memulai perpisahan. Padahal yang namanya perubahan itu pasti ada. Masalahnya kita mau atau tidak menerima perubahan tersebut. Eaa..

Aplikasi yang mulai lemot

Jenius dengan segala fiturnya, mulai sering mengalami kegagalan aplikasi. Sering terjadi kesalahan login padahal password yang saya masukkan benar. Terus pindah cara login ke metode biometric sidik jari pun sering gagal.

Pengalaman saya sempat dua hari nggak bisa login, dan respon dari customer service-nya sangat lamban. Alhasil menghambat transaksi yang seharusnya saya lakukan di dua hari tersebut.

Tiba-tiba ada denda kekurangan dana

Saya akui kartu debit Jenius bisa menggantikan kartu kredit untuk pembayaran layanan subscription luar negeri. Beberapa layanan yang saya subscribe pun menggunakan Jenius sebagai alat pembayaran, termasuk hosting tahunan wordpress untuk blog Raja Sinema.

Layanan wordpress yang saya subscribe menggunakan sistem autodebet. Jadi ketika masuk tanggal renewal (perpanjangan), wordpress cukup memotong dari saldo Jenius. Karena ada perbedaan kurs rupiah yang fluktuatif setiap hari, saldo saya ternyata kurang beberapa ribu rupiah ketika wordpress mendebetnya.

Alhasil transaksi gagal.

Tapi rupanya, subscription tidak digagalkan yang ada malah terkena denda sebesar lima ribu rupiah untuk setiap transaksi yang gagal. Parahnya Jenius mendebetnya hingga tiga kali dalam selang waktu beberapa menit.

Buat saya nggak masuk akal. Sudah tahu saldonya kurang, kenapa masih didebet untuk kedua kalinya. Pilihan bijaknya adalah ketika transaksi pertama gagal, Jenius sebaiknya memberi informasi kalau transaksi gagal dan meminta nasabah untuk top up saldo. Setelah itu menunggu minimal 1x24 jam untuk dilakukan transaksi ulang. 

Atau kalau perlu ya sudah dibatalkan saja subscription-nya.

Adanya biaya administrasi

Kebanyakan tabungan digital membebaskan biaya administrasi pada nasabahnya, termasuk Jenius. Namun pada awal 2021 Jenius membebankan biaya administrasi sebesar 10 ribu per bulan yang mereka namai biaya feesible.

Ini sebetulnya alasan utama saya menutup Jenius. Saya pikir karena saya sudah nggak lagi menggunakan Jenius sebagai bank utama, jadi biaya feesible ini nggak worth it lagi buat saya. Dan akhirnya saya memilih untuk mengakhiri hubungan saya dengan Jenius

Cara menutup Jenius dengan cepat dan mudah

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menutup akun Jenius. Simak baik-baik ya agar hubungan ini berakhir dengan baik-baik juga.

Melalui call center resmi

1. Kosongkan saldo Jenius sampai 0 rupiah. Mudahnya dengan transfer ke bank lain yang kamu miliki

2. Persiapkan data diri yang penting seperti KTP, nomor rekening Jenius, dan NPWP (apabila dibutuhkan)

3. Cek sisa pulsa, karena menelepon call center membutuhkan biaya.

4. Hubungi call center Jenius di nomor 1500365.

5. Tunggu sampai diangkat, lalu sampaikan kalau kamu ingin menutup akun Jenius.

6. Ikuti arahan customer service dengan baik.

7. Tetap teguh pada pendirian kalau customer service merayu kamu untuk bertahan dengan Jenius.

8. Sampai akhirnya customer service menyerah, tunggu sampai 1 x 24 jam untuk proses penutupan rekening.

9. Untuk mengetahui apakah akun Jenius kamu sudah berhasil ditutup, lakukan login ulang ke aplikasi Jenius. Jika gagal artinya akun kamu sudah ditutup

10. Uninstall aplikasi

Tampilan error ketika login ulang setelah penutupan rekening/Raja Lubis
 

Datang ke kantor cabang terdekat

Kalau pulsa kamu 0 rupiah seperti saya, kamu bisa menutup akun Jenius dengan mendatangi kantor cabang BTPN terdekat. Jadi kamu nggak akan mengeluarkan biaya pulsa tapi pastinya ada biaya transportasi/bensin yang dikeluarkan ya. Tinggal hitung sendiri saja mana yang lebih hemat.

Dokumen pendukung yang perlu dibawa sama saja seperti KTP dan NPWP. Dan prosesnya hampir sama dengan penutupan melalui Call Center.

Diamkan saja

Konon cara ini paling banyak dilakukan orang yang ingin menutup rekening. Yakni didiamkan saja. Cara ini diyakini lebih efektif karena nggak mengeluarkan biaya sepeserpun. Jadi cara ini memanfaatkan ketentuan bank tentang rekening pasif.

Sebagian besar bank akan menutup otomatis rekening yang tidak melakukan transaksi apapun. Rata-rata masa waktu yang diberikan adalah enam bulan. Jadi kalau kamu mendiamkan Jenius selama lebih dari enam bulan, otomatis akun Jenius kamu akan ditutup oleh sistem.

Tapi perlu diingat, cara ini memberikan peluang untuk kamu CLBK dengan Jenius. Karena siapa tahu dalam masa tenggang tersebut kamu jatuh cinta lagi, dan belum menemukan pengganti.

Lalu saya sendiri pilih cara yang mana?

Saya tak sampai hati jika menyampaikan kata putus langsung di depan orangnya, pun juga saya tak tega mendiamkan orang tanpa kejelasan. Jadi saya memilih menghubungi melalui telepon. Setidaknya di detik-detik terakhir hubungan ini, kita sama-sama tak melihat wajah yang mungkin sedang terluka. 

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan Jenius ataupun disponsori oleh kompetitor. Ini murni pengalaman pribadi selama menjadi pendamping setia Jenius.