Reka Ulang Petualangan 8 Jam Bersama Asus Zenbook 13/14/15



Langit memuntahkan titik-titik air hujan ke bumi bagian Asia Afrika Bandung. Sepanjang jalan yang penuh dengan sejarah bangsa ini nggak luput dari kedatangan air hujan tersebut. Kami pun mulai menelusuri jalanan ketika langit sudah berhenti memberikan berkahnya. Di pinggiran jalan kami lihat para penghibur sudah bersiap dengan kostumnya sendiri. Ada yang berkostum superhero, ada pula yang memamerkan kostum hantu, baik hantu lokal maupun hantu luar negeri.

Ya itulah pemandangan Asia Afrika masa kini di sore menjelang malam. Pemandangan yang langka melihat seorang anak tertawa sambil digandeng ayahnya, atau tangisan anak kecil yang kaget karena melihat Valak. Lalu kenapa kami bisa terdampar di sini? Baiklah saya akan reka ulang apa yang terjadi pada Sabtu, 13 April 2019 kemarin.

[11:30:37] Menuju Asus Zenbook Blogger Gathering chapter Bandung


Awan kawasan Buah Batu begitu cerah benderang. Saya sudah bersiap dengan sweater garis biru donker, jeans biru, dan sneakers biru donker. Butuh waktu yang nggak sebentar untuk menentukan outfit yang akan saya pakai hari itu. Kenapa? Karena saya harus menyesuaikan dengan acara yang akan saya hadiri.

Setelah bersiap saya pun melaju ke lokasi acara, ya Asus Zenbook Blogger Gathering namanya. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit saja untuk tiba di Savoy Homann, hotel yang terletak di jantung kota Bandung. Berbarengan dengan keberangkatan saya, saya yakin teman-teman blogger lain pun sedang melakukan perjalanan lain dari titik yang berbeda menuju titik yang sama.

[11:59:44] Saya Berubah Menjadi Kami dan Kami Makan Siang Bersama Asus

Beberapa blogger terekam kamera sedang menikmati makan siang/Katerina

Selalu menyenangkan ketika bertemu dengan blogger Bandung di sebuah acara. Beberapa memang wajah lama yang seringkali muncul, tapi banyak juga wajah yang baru saya kenal. Bagi saya hadir di acara seperti ini nggak sekadar untuk haha-hihi semata, tapi bisa juga memperluas wawasan dan tali silaturahim. Apalagi kalau bisa nambah follower Instagram, makin senang 'kan?

Saya dan teman blogger Bandung sudah seperti satu jiwa, karenanya sudut pandang tulisan ini akan menjadi dua: saya dan kami. Dan mungkin juga di antara kami ada yang saling mencuri pandang? Entahlah!

Kami pun makan siang bersama dengan menu beragam yang sudah disediakan oleh Savoy Homann. Bertempat di Embassy Room dan dalam suasana round table, terdengar tawa bahagia sebagai bentuk syukur kami masih diberikan nikmat yang tak terhingga oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Bukan blogger kalau nggak foto-foto/Katerina


[13:14:15] Memperkenalkan Duet Maut: Katerina sang Travel Blogger dan Anjas Maradita sang Vlogger Kondang


Asus Zenbook Blogger Gathering dibuka lebih awal dari rundown. Nggak ada MC, Gathering ini langsung dibuka oleh Katerina dan Anjas Maradita yang bertindak sebagai pemateri. Siapa mereka?

Katerina yang lucu dan imut dibalut dengan syal yang senada dengan karpet Savoy/Raja Lubis
Mungkin sebagian dari kami sudah mengenal mereka, tapi saya baru berjumpa mereka di like postingan IG saja. Adalah Katerina sang travel blogger berprestasi yang sudah bepergian ke berbagai tempat dan mendokumentasikan perjalanananya di blog travelerien.com. Nggak hanya di blog pribadinya, tulisannya pun seringkali menghiasi majalah perjalanan salah satu maskapai penerbangan Indonesia.

Satu lagi ada Anjas Maradita. Lelaki berfollower 42K ini adalah seorang vlogger yang paham betul mengenai seluk beluk produk Asus Zenbook. Nggak hanya spesifikasi yang tercatat di atas kertas, Anjas pun paham bagaimana keunggulan Zenbook secara performa. Dan yang terpenting Anjas mampu menjelaskannya dengan bahasa manusia meski materi yang dibawakan adalah bahasa mesin. Hehe
Anjas yang bisa tampil lucu sebagai operator slide pun serius ketika membawakan materi Asus Zenbook/Raja Lubis

 

[13:31:45] Asus Zenbook 13/14/15 Adalah Laptop Premium Paling Ringkas di Dunia

Tiga bulan sebelum acara ini digelar, Asus Zenbook 13/14/15 resmi diluncurkan. Maksudnya apa 13/14/15? Ya Asus memperkenalkan seri ZenBook terbaru, yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan Zen13Book 15 UX533. Angka 13/14/15 adalah ukuran masing-masing seri dalam satuan inch. Jadi biar lebih mudah, cukup menyebutnya dengan Asus Zenbook 13/14/15.

Ketiga seri ini merupakan laptop premium yang menggunakan desain frameless NanoEdge Display yang menghadirkan bezel ultra-tipis. Bezel tersebut membuat tiga laptop ini menciptakan pengalaman visual tanpa batas karena rasio screen-to-body mereka mencapai 95%. Nggak hanya itu teknologi NanoEdge Display juga membuat tiga seri laptop ini memiliki bodi yang lebih ringkas, bahkan paling ringkas di antara laptop sekelasnya di dunia.

Penampakan rasio body Asus Zenbook/Asus

[13:55:15] Diperkuat dengan Processor Generasi ke-8

Saat ini processor generasi ke-8 adalah processor yang paling canggih di dunia perlaptopan. Dan Asus Zenbook sudah menggunakan teknologi ini baik untuk tipe Core i5 maupun Core i7. Salah satu keuntungan menggunakan laptop dengan processor generasi ke-8 adalah kinerjanya yang meningkat 40% dari pendahulunya. Hal ini bisa membuat Asus Zenbook lebih cepat dalam melakukan proses data dan juga bisa mengerjakan banyak hal tanpa harus terganggu dengan kinerja CPU yang nge-hang.
Gimana cucok 'kan?/Asus ID

[14:07:14] Lupakan HDD beralihlah ke SSD

Kebanyakan laptop saat ini masih menggunakan teknologi penyimpanan dengan HDD (Hardisk Drive). Sebuah teknologi yang masih mengandalkan piringan untuk bekerja. Jadinya laptop dengan penyimpanan HDD ini perlu penanganan ekstra hati-hati, karena jika terguncang bakal merusak HDD-nya.

Seakan menyadari hal ini, Asus Zenbook beralih pada teknologi SSD (Solid State Drive). Lalu bedanya apa? Sederhananya SSD nggak lagi menggunakan piringan konvensional untuk bekerja. Teknologi SSD menyederhanakan penyimpanan karena bisa dibilang bentuknya seperti chip. Yang artinya laptop dengan teknologi SSD sudah pasti tahan goncangan.

Bahkan Asus Zenbook sudah melalui berbagai test pengujian dengan hasil melebihi standar industri/Asus
Selain tahan guncangan, manfaat lain dari SSD adalah booting OS (Operating System) yang lebih cepat. Teknologi ini memungkinkan laptop hanya memerlukan waktu hitungan detik untuk hidup dan mati. Ce i le, bahasanya hidup dan mati. Ya maksudnya ketika laptop ini dinyalakan atau dimatikan, kita nggak perlu nunggu lama.

 

[14:18:56] Dirancang untuk produktivitas

Kenapa Katerina dan Anjas menggunakan laptop Asus Zenbook? Sederhana sekali jawabannya. Laptop ini memang dirancang sebagai perangkat penunjang produktivitas. Bahkan ZenBook 13 dan 14 hadir dengan fitur eksklusif Asus NumberPad. 

Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. Fitur NumberPad juga berguna bagi mereka yang terbiasa menggunakan tombol numpad untuk memasukkan data ataupun melakukan perhitungan lewat aplikasi kalkulator. 

Sementara di ZenBook 15, Asus tetap menghadirkan tombol numpad fisik karena dimensi laptop ini cukup besar untuk menampung tombol tersebut.

NumPad ekslusif yang ada di Asus Zenbook membuat laptop ini kian stylish/Raja Lubis
Nggak hanya menghadirkan fitur NumberPad ekslusif, semua seri Zenbook terbaru hadir dengan kamera 3D infrared (IR) yang memiliki kemampuan untuk memindai wajah bahkan dalam kondisi gelap. Dan laptop Zenbook ini memungkinkan proses pemindaian wajah untuk login menggunakan Windows Hello menjadi sangat cepat. 

Dan yang nggak kalah menarik, Asus memposisikan kameranya berbeda dengan laptop lain yang kebanyakan memposisikan kameranya di bawah layar agar bezel bagian atasnya tetap tipis. Asus ZenBook terbaru kali ini tetap hadir dengan kamera yang diposisikan berada di atas layar.

Untuk audio pun Asus Zenbook menggunakan teknologi terkenal Immersive Harman Kardon/Asus
Ditinjau dari segi konektivitas pun, laptop Zenbook ini sangat menunjang produktivitas dengan berbagai fitur yang dihadirkan. Teknologi USB 3.1 Type A tetap dihadirkan agar kamu tetap bisa menghubungkan berbagai perangkat yang dibutuhkan. Nggak hanya itu, port USB 3.1 Gen 2 Type C dengan kecepatan transfer data hingga 10Gbps juga sudah ada di laptop ini. Jadinya perangkat modern yang saat ini banyak menggunakan USB Type C sudah bisa terhubung dengan Asus Zenbook. Sebagai tambahan, port HDMI, combo audio jack, dan pembaca kartu MicroSD juga turut dihadirkan untuk melengkapi konektivitas laptop Zenbook ini.
 
Makin terasa premium karena ada fitur backlit di bawah keyboard/Raja Lubis

 

[14:30:00] Inilah spesifikasi lengkap dari Asus Zenbook

Spesifikasi lengkap Asus Zenbook/bloggerien

 

[14:40:50] Membawa Asus Zenbook Keliling Bandung


Di dalam ruangan kami sudah menerima ilmu dari duo master Katerina dan Anjas. Kini saatnya kami membuktikannya di lapangan terbuka. Kami bakal membawa Asus Zenbook keliling Bandung sambil mencoba berbagai fitur yang sudah dijelaskan. Mengelilingi jalanan kota sembari mencoba produk laptop, mungkin hal baru yang ditawarkan Asus Zenbook. Bagi saya sendiri, ini adalah kali pertama mengikuti acara perkenalan produk yang dirancang berbeda dan menyenangkan.

Ke mana saja Asus Zenbook ini akan dibawa berkeliling? Tentunya kami nggak bakal keliling dari Pasteur hingga Cibiru, atau dari Ledeng hingga Kopo, kami akan membawa Asus Zenbook mulai dari Savoy Homann ke titik nol kota Bandung lalu menyusuri jalan Asia Afrika, selingkuh sebentar ke jalan Braga, lalu balik lagi ke Asia Afrika, singgah di Alun-alun Masjid Agung, dan tentunya balik lagi ke Savoy Homann. Ya selalu ada ruang tersendiri bagi tempat pertama.

Kami yang kurang lebih sebanyak 50 orang ini memulai perjalanan dengan panduan Bang Aswi, sesepuh blogger Bandung. Ia memandu kami dengan penjelasan sejarah tempat-tempat yang kami lewati. Beberapa kami mencatatnya langsung di Asus Zenbook. Ya karena ringan dan ringkas itulah, membuat Asus Zenbook mudah dibuka di mana saja.

Lihat ekspresi Erry (paling kanan) menyaksikan ketangguhan Asus Zenbook/Katerina
 
Nggak terasa empat jam sudah kami mengelilingi kota Bandung. Tentu bagi kamu yang tahu kota Bandung khususnya area yang kami telusuri bakal berpikir, "Kok keliling di situ bisa habis 4 jam?". Ya secara jarak memang dekat dan kami pun menempuhnya dengan jalan kaki. Tapi ketahuilah kisanak saya akan bersabda: "Sesungguhnya jika blogger sudah diberikan waktu untuk foto-foto, percayalah mereka akan menghabiskan waktu banyak bahkan lebih banyak dari acara intinya".

[18:30:15] Makan Malam Spesial di Restoran Savoy Homann


Menu ini yang paling banyak difavoritkan/Raja Lubis

Mengelilingi Asia Afrika cukup membuat amunisi kami tersisa 10-15%, tapi tidak dengan Asus Zenbook. Meski digunakan selama empat jam, ia masih punya daya sebesar 70% lagi. Maklum saja Asus Zenbook ini punya daya tahan 14 hingga 16 jam untuk pemakaian normal.

Oleh karena itu agar bisa bertahan kami pun segera menuju restoran hotel. Dengan mengusung barbeque dinner kami pun mencoba menu satu per satu. Dan spesial bagi saya, karena akhirnya saya mencoba bebek untuk pertama kalinya. Rasanya gimana? Coba kamu ingat ketika pertama kali kamu melihat penampakan Asus Zenbook dengan biru donkernya, suka 'kan? Begitulah juga perasaan saya terhadap menu yang diberi nama Bebek Pecking ini.
Gurih-gurih nyoy bebek yang satu ini/Raja Lubis

Dari bebek saya beralih ke gado-gado. Kalau di tanah Sunda ini semacam lotek atau karedok gitu lah. Selain gado-gado, menu-menu lain seperti buah-buahan, nasi goreng, aneka gorengan, dan lain sebagainya nggak luput dari perhatian saya.

Saya pun lahap dan mantap mengisi amunisi. Tapi baru saja makanan sampai di tenggorokan, konsentrasi saya terpecah tatkala live music menyuguhkan lagu Mantan Terindah. Ya nona manis, kenapa engkau nyanyikan lagu itu? Nggak tahukah kamu kalau saya putus dengan mantan gara-gara karedok?

Gado-gado rasa gado-gado/Raja Lubis

[19:30:37] Pulang dengan kenyang, bahagia, dan amplop di tangan.

Rasanya saya perlu menjelaskan lebih dulu mengenai amplop. Acara Asus Zenbook Blogger Gathering kali ini memberikan reward berupa kuis dan lomba Instagram. Masing-masing dari reward ini akan diambil 10 pemenang.

Nah saya sendiri beruntung mendapat hadiah dari kuis. Jadi duo serigala (eh maksudnya mbak Katerina dan mas Anjas) memberikan pertanyaan yang harus dijawab dengan benar oleh kami. Tiba giliran Katerina memberikan pertanyaan tentang maskapai penerbangan yang memuat tulisannya. Tiga orang sebelum saya menjawab tapi salah, kayaknya sih mereka hanya mencoba keberuntungan.

Tapi alhamdulillah saya benar jawabannya. Penasaran maskapai apa? Kepoin saja blognya dan akun media sosial Katerina, karena saya pun bisa menjawab pertanyaan berkat sebelumnya ngubek-ngubek blognya.

Saya bukan tipe blogger yang buka amplop di toilet, hehe/Katerina


Dan itulah akhir dari perjalanan kami di Asus Zenbook Blogger Gathering. Bandung sendiri adalah kota ketiga yang disambangi Asus setelah Batam dan Bengkulu. Dan kabar baiknya Asus akan melakukan roadshow ke berbagai kota lain di Indonesia. Semoga berikutnya kota kamu yang terpilih ya sehingga kamu pun bisa menceritakan petualangan 8 jam yang menyenangkan ini.


Bonus:


#2019PakaiZenbook


10 comments:

  1. Ringkas dan elegan sekali laptopnya mudah mudahan bisa beli tahun ini😁😁

    ReplyDelete
  2. acara yang paling berkesan itu waktu jalan jalan sambil belajar sejarah bandung dan foto foto, terus sama BBQ malam hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget ya nggak kerasa 4 jam menelusuri Asia Afrika doang.

      Delete
  3. Keren banget zenbooknya, cocok buat diajak traveling

    ReplyDelete
  4. Apaaa??? Aku dan Anjas duo serigala? *cakar2 Raja Lubis! hahaha

    Keren ulasannya. Sampai terpesona saya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kakak.., aduh jangan dicakar, ganti deh Duo Racun hehe

      Delete
  5. Replies
    1. Makasih Kak Dwi sudah berkenan mampir dan membaca.

      Delete

Powered by Blogger.