Untuk informasi seputar review film dan info perfilman, silakan kunjungi RajaSinema

Konsep Open Cost di Travel Umroh, Beneran Transparan atau Cuma Gimik Marketing?

Review Open Travel, travel terdaftar Kemenag. Transparan lewat konsep Open Cost & bayar jasa seikhlasnya untuk perjalanan umroh yang amanah

Keraguan soal transparansi biaya sering kali menjadi alasan utama calon jemaah hati-hati dalam memilih agen umroh. Mendobrak kebiasaan paket serba tertutup, Open Travel menghadirkan sistem Open Cost dan bayar jasa seikhlasnya di bawah naungan izin resmi PPIU Kementerian Agama. Melalui sistem ini, seluruh komponen biaya modal operasional dibuka apa adanya sehingga jemaah tahu persis ke mana setiap rupiah dialokasikan tanpa khawatir akan adanya markup rahasia.

Pertanyaannya, apakah inovasi Open Travel ini beneran transparan atau sekadar trik marketing di tengah ketatnya persaingan travel umroh? 

Mari kita simak ulasannya!

Open Travel
Mr. Fajar Permana, CEO Open Travel, sedang memaparkan konsep Open Cost (doc. Raja Lubis)

Mengupas sistem Open Cost

Keterbukaan konsep ini saya buktikan sendiri saat menghadiri sesi pemaparan manajemen Open Travel pada Jumat, 4 September 2026 pukul 15:30 WIB di kantor pusat mereka di kawasan Arcamanik, Bandung. 

Acara sore itu berlangsung hangat dalam suasana santai, lengkap dengan suguhan kue bolen Kania Rasa dan kesegaran Alexa Water—dua produk dari lini bisnis lain milik owner Open Travel yang disajikan langsung di tempat.

Sambil menikmati sajian tersebut, saya menyimak penjelasan CEO Open Travel, Fajar Permana. 

Menurut Fajar, dalam industri umroh konvensional, calon jemaah terbiasa menerima satu angka "paket jadi" tanpa tahu persis bagaimana pengeluaran tersebut dihitung. 

Tak jarang pula ada penyelenggara yang sengaja menaikkan harga di awal demi memberikan kesan "diskon besar-besaran". 

Open Travel memilih mendobrak kebiasaan tersebut lewat skema Open Cost, sebuah penetapan harga yang berkonsep seperti struk belanja terbuka. 

Seluruh rincian pengeluaran riil—mulai dari tiket pesawat, akomodasi hotel bintang 5, pengurusan visa, armada transportasi darat, konsumsi harian, hingga penanganan operasional teknis—dibuka transparan kepada calon jemaah.

Namun ada poin krusial yang ditegaskan manajemen dan wajib dipahami calon jemaah. Yakni, angka yang tercantum pada skema Open Cost adalah estimasi biaya operasional riil. 

Nilai ini tidak dipatok flat mutlak, melainkan dapat mengalami penyesuaian (naik atau turun) mengikuti fluktuasi variabel eksternal mendekati tanggal keberangkatan. 

Faktor pemicunya mencakup fluktuasi kurs mata uang (SAR/USD), penyesuaian fuel surcharge bahan bakar maskapai, hingga perubahan tarif tiket dari pihak maskapai. 

Keterbukaan soal potensi penyesuaian biaya ini justru menjadi bentuk kejujuran informasi sejak awal.

Mengapa Open Travel berbeda dari travel umroh konvensional?

Mendengarkan penuturan Fajar dan jajaran manajemen sore itu memperjelas alasan mengapa Open Travel membawa angin segar di industri ini. 

Pembeda paling mendasar terletak pada transparansi biaya penuh melalui Open Cost, di mana calon jemaah diberikan rincian komponen operasional sejak awal pendaftaran. 

Hal ini tentu berbeda dari travel konvensional yang biasanya hanya menyodorkan angka paket yang sudah dibungkus rapi tanpa rincian modal modalnya.

Pendekatan ini lahir dari filosofi yang mereka sebut "Gerakan Khidmah". 

Open Travel memosisikan perjalanan umroh sebagai bentuk pelayanan ibadah yang dilandasi nilai amanah, transparansi, dan ta'awun (tolong-menolong). Bagi mereka, umroh bukan murni komersialisasi bisnis untuk berburu keuntungan semata. 

Semangat pelayanan tersebut dipadukan dengan operasional yang ramping dan melek digital. Tanpa birokrasi berbelit, seluruh saluran konsultasi hingga pendaftaran dipusatkan melalui kanal digital modern seperti WhatsApp resmi, yang sangat efisien bagi calon jemaah masa kini.

Faktor terpenting lainnya adalah kepastian legalitas dan keamanan jemaah. Berbeda dengan travel tanpa izin resmi yang berisiko, seluruh perjalanan Open Travel dikelola secara sah di bawah payung hukum perusahaan yang jelas. 

Kepastian hukum dan sistem kerja yang transparan ini menjadi fondasi utama bagi mereka dalam membangun hubungan jangka panjang bersama calon jemaah.

Apa itu mekanisme "Bayar Jasa Seikhlasnya" (Voluntary Fee)?

"Saya penasaran dengan skema bayar jasa seikhlasnya. Mengingat masyarakat Indonesia itu nggak enakan, gimana mereka menentukan tarif seikhlasnya ini? Apakah dengan mekanisme seperti ini malah jadi bikin calon jemaah urung menggunakan Open Travel?" 

Sesi yang paling banyak memicu diskusi sore itu adalah ketika membahas skema voluntary fee atau bayar jasa seikhlasnya. Termasuk saya sendiri yang melemparkan beberapa pertanyaan kepada Open Travel.

Satu hal penting yang ditegaskan pertama kali oleh Open Travel adalah soal pemahaman voluntary fee tersebut. Bayar jasa seikhlasnya bukan berarti gratis atau tanpa biaya jasa sama sekali.

Logika sistem ini cukup sederhana. Harga paket dasar yang tercantum merupakan biaya murni untuk menutup pengeluaran operasional di lapangan. 

Sementara itu, imbalan atas jasa pengelolaan profesional Open Travel—seperti pengurusan administrasi, koordinasi fasilitas, hingga pendampingan muthawwif—tidak dimasukkan sebagai margin tersembunyi di dalam harga paket.

Jemaah diberikan kebebasan penuh untuk menentukan sendiri nominal apresiasi (fee jasa) secara sukarela.

Saat proses pendaftaran, jemaah dapat menentukan nilai apresiasi tersebut, misalnya Rp500.000, Rp1.000.000, Rp2.000.000, atau nominal lain sesuai tingkat kepuasan layanan dan komitmen di awal.

Hubungan yang dibangun adalah kepercayaan dua arah, dan skema sukarela ini dipastikan tidak mengurangi standar fasilitas maupun pelayanan jemaah sedikit pun.

Yuk umroh akhir tahun ini bareng Open Travel!

Setelah membahas soal Open Cost dan Voluntary Fee, pemaparan dilanjutkan pada aspek legalitas dan fasilitas teknik perjalanan. 

Seluruh operasional Open Travel dinaungi oleh badan hukum PT Pariwisata Qurani Berkah Gemilang yang telah mengantongi izin resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dengan nomor PPIU: 022000445203600002. 

Perusahaan ini dipimpin oleh Fajar Permana selaku CEO, dengan kantor pusat yang beralamat di Ruko Pesona Cisaranten Indah No. 8, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat.

Program yang ditawarkan untuk periode mendatang bertajuk paket "Umroh Plus Thoif Akhir Tahun" dengan durasi perjalanan selama 12 hari. Program ini dijadwalkan berangkat dari tanggal 26 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027. 

Urusan perjalanan udara mengandalkan penerbangan direct flight tanpa transit menggunakan maskapai Saudia. 

Sementara untuk tempat menginap, jemaah dipasok akomodasi hotel bintang 5 yang sangat dekat dengan tempat ibadah, yaitu berjarak 5–7 menit menuju Masjidil Haram di Makkah dan 4–6 menit menuju Masjid Nabawi di Madinah.

Mengenai perhitungan biayanya, skema Open Cost mencatat biaya modal riil operasional paket ini sebesar Rp35.427.048. 

Setelah dikurangi subsidi sponsor sebesar Rp1.000.000, maka estimasi akhir biaya modal per jemaah untuk tipe kamar Quad menjadi Rp34.427.048. 

Perlu diingat kembali bahwa nominal Rp34.427.048 ini merupakan estimasi biaya modal murni di luar besaran imbalan voluntary fee atau jasa pengelolaan yang Anda tentukan sendiri secara sukarela saat pendaftaran.

Rincian skema Open Cost "Umroh Akhir Tahun Plus Thaif" (doc. Open Travel)

Apakah skema Open Cost ini baik?

Menurut hemat saya, skema Open Cost ini memang cocok bagi calon jemaah yang menginginkan transparansi anggaran, tanpa harus mengorbankan kenyamanan akomodasi dan transportasi.

Terlebih ditambahkan Fajar, pembukaan pendaftaran keberangkatan umroh ini dibuka setelah mereka berhasil booking hotel dan transportasi. Jadi, kepastian berangkatnya insya allah 100%, kecuali ada fource major.

Seperti keberangkatan perdana pada 26 Desember 2026 nanti, pihak Open Travel sudah booking 40 seat. Dan sampai dengan tanggal 4 September 2026, sudah ada belasan calon jemaah yang terdaftar dan mengamankan seat.

Keberanian mereka menerangkan sejak awal bahwa biaya operasional riil bisa berfluktuasi secara proporsional sesuai kondisi pasar justru menjadi bukti integritas informasi yang layak diapresiasi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah nomor izin PPIU Open Travel terdaftar resmi di Kemenag?
Sangat terdaftar. Open Travel dioperasikan oleh PT Pariwisata Qurani Berkah Gemilang dengan nomor izin PPIU resmi: 022000445203600002 yang terverifikasi aktif di Kemenag.

2. Apakah estimasi biaya Rp34.427.048 sudah bersifat mengikat dan tidak berubah?
Nominal tersebut adalah estimasi biaya modal operasional riil (kamar Quad) setelah dikurangi subsidi sponsor Rp1.000.000. Karena menggunakan sistem Open Cost, biaya ini dapat mengalami penyesuaian jika ada perubahan harga tiket pesawat, kurs mata uang, atau kebijakan maskapai menjelang hari keberangkatan.

3. Kapan calon jemaah menyepakati besaran nilai jasa seikhlasnya (voluntary fee)?
Penetapan imbalan jasa pengelolaan dilakukan pada saat proses pendaftaran awal dan menjadi bagian dari total komitmen perjalanan sebelum keberangkatan.

4. Apakah fasilitas hotel bintang 5 dekat masjid tetap terjamin meskipun memakai skema Open Cost?
Tetap terjamin. Paket "Umroh Plus Thoif Akhir Tahun" tetap menyertakan fasilitas hotel bintang 5 (5–7 menit dari Masjidil Haram & 4–6 menit dari Masjid Nabawi) serta maskapai Saudia direct flight.

Layanan & channel pendaftaran resmi

Ingin konsultasi atau mendaftar? Hubungi kanal resmi Open Travel berikut:

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

15 comments

  1. Ya ya ya kebayang nih aku kalau hadir bakal bertanya hal yang sama. Benar sih kadang kita kurang detail ya terhadap apa yang kita dapat dari biaya yang telah kita keluarkan. So far oke ini kak. Itu harga estimasi dan umum ya buat yang mau ibadah umroh. Nah aku mikirnya malah untuk uang jasa ini. Kira kira akan jadi masalah hati nggak ya, lebih/pas syukur. Nah misal dinilai kurang? Ha ha jaga jaga aja namanya ibadah mau membersihkan hati kan. Eh malah nggak enak hati , hiks!
  2. Kalau open cost gini berarti privat ya? Karena kalau rombongan kan susah banget mengompromikan pilihan banyak orang
  3. Di satu sisi bisa jadi pilihan karena adanya transparansi, di sisi lain bisa juga masih perlu penjelasan sebelum pergi, karena mungkin umroh dengan skema open cost ini belum diketahui banyak orang sehingga perlu sosialisasi lebih mendalam
  4. Terobosan skema Open Cost dari Open Travel ini terasa segar banget di tengah maraknya keraguan calon jemaah soal transparansi biaya umroh. Yang paling penting memang kepastian legalitas izin PPIU Kemenag-nya, jadi jemaah merasa aman.
  5. Baru tahu ada yang menerapkan program open cost seperti ini. Jadinya lebih transparan dan peserta/calon peserta juga lebih tergambar ke mana larinya uang pembayaran yang diberikan. Bahkan sampai menerapkan voluntary fee, ini sesuatu yang menarik, dengan konsekuensi jadinya bisa saja satu rombongan beda pembayarannya karena apresiasinya juga beda-beda kalau begitu.
  6. Semua pertanyaan yang sama pas dateng ke kantor Open Travel akhirnya terjawab sudah. Mudah-mudahan ada rejeki yang tidak terduga bisa ikut open cost umroh perdana. Aamiin
  7. Nah, istilah open cost ini menarik banget kang. Biasanya kalau dengar paket umrah, yang muncul di kepala malah angka totalnya. Di sini justru diajak melihat biaya satu per satu, jadi lebih kebayang uangnya lari ke mana. 😄

    Saya suka tulisan yang berani membongkar bagian begini nih. Soalnya urusan umrah bukan cuma soal “berapa murah”, tapi juga harus tahu apa saja yang sebenarnya kita bayar.

    Dan ternyata setelah dirinci, perjalanan ke Tanah Suci memang nggak sesederhana lihat harga paket di brosur. Ada saja biaya kecil yang kalau dikumpulkan bisa bikin dompet ikut tawaf. 😂
  8. Terbilang sangat menarik dan masuk akal banget dengan yang diutarakan oleh Open Travel. Mereka menghadirkan sistem Open Cost dan bayar jasa seikhlasnya. Ini lebih transparan dan membuat calon jamaah lebih paham biaya apa saja dan berapa nilainya. Jadi lebih ikhlas juga kalau masih fee nya. Yaa, sebisa mungkin fee pun diberikan dengan nominal yang super layak karena ngurusin orang umroh itu nggak mudah, menantang banget.
  9. Konsep open cost travel untuk perjalanan umrah cukup menarik untuk dibahas karena biaya perjalanan memang menjadi salah satu hal yang perlu dipahami sejak awal. Yang penting calon jamaah benar-benar memperhatikan rincian biaya, fasilitas, legalitas penyelenggara, dan ketentuan yang berlaku sebelum menentukan pilihan.
  10. Inovasi yang patut diacungi jempol! Semoga konsep Open Cost ini bisa menjadi standar baru bagi travel umroh agar semakin amanah dan transparan ke depannya.
  11. Beneran baru tahu dengan konsep open cost dari postingan ini. Bagus sih yaa, ada transparansi soal biayanya. Tapi saya penasaran besarannya ditetapkan di awal, saya malah mengira ditentukan di akhir based on pengalaman jamaah selama mendapatkan layanannya gitu
  12. Benar ya.. kendala ketika umrah di peak season ini seperti saat Ramadan, pasti adalah masalah penginapan.
    Aku pribadi, mau menginap dimanapun, asalkan diberi kesehatan, bismillah.. selalu happy.
    Apalagi dengan konsep yang serba transparan di Open Travel. Jadi sama-sama ridlo dan nyaman saat mempercayakan ibadah ke Baitullah.
  13. Menarik ya konsepnya, calon jamaah jadi berasa mengurus sendiri karena biayanya transparan, membuat calon jamah jadi lega karena memang biayanya 'segitu' kok di travel lain lebih murah bisa dibandingkan nih apa yang beda, murah belum tentu 'aman' kan?
  14. Aku awam banget soal dunia travel umroh, karena belum pernah umroh juga huhuhu. Jadi baru tahu ada yang open cost begini, jadi bikin calon jamaah memahami ya biayanya dengan detail karena transparan, seoga next saya bisa ikutan umroh
  15. Konsepnya bagus juga nih. Jadi lebih transparan apa saja pengeluaran selama umroh. Jangan hanya karena mengejar biaya murah, banyak hal yang dikorbankan. Apalagi kalau untuk ibadah, sebaiknya memilih yang baik, nyaman dan transparan biayanya sehingga ibadah bisa lebih khusyuk deh,
Terima kasih sudah berkunjung ke RajaLubis. Tinggalkan jejak dengan mengisi kolom komentar yang ada. Kami tidak memoderasi kolom komentar, jadi silakan re-cek kembali sebelum berkomentar. Hindari komentar dengan memberikan link hidup, sapaan yang salah, dan atau kata-kata kasar.

Related Post in Article