Tuesday, 31 May 2016

, , , , , , ,

Mengenal Lebih Dekat film Sundul Gan: The Story of Kaskus

Logo Sundul Gan The Story of Kaskus
Film-film Indonesia semakin hari semakin menawarkan variasi yang unik. Ketika film-film religi yang berkutat di antara kisah cinta segitiga dan cenderung poligami, Mencari Hilal yang baru saja panen penghargaan di ajang Indonesian Movie Actor Awards 2016 semalam, berani mendobrak dengan kisah berbeda. Selain religi, film biografi pun menjadi trend. Kebanyakan dari jenis film ini adalah memfilmkan tokoh-tokoh besar dan atau para pahlawan seperti Soekarno (Soekarno; Hanung Bramantyo), Tjokroaminoto (Guru Bangsa Tjokroaminoto;Garin Nugroho), K.H. Ahmad Dahlan (Sang Pencerah;Hanung Bramantyo), K.H. Hasyim Ashari (Sang Kiai;Rako Prijanto). Akhir tahun 2014, MD Pictures mencoba menggebrak dengan membuat film biografi tentang Merry Riana. Tahun ini, rumah produksi 700 Pictures siap meramaikan tren biografi dengan memfilmkan tokoh pendiri Kaskus.




Lalu apa yang ditawarkan oleh film biografi ini?



Continue reading Mengenal Lebih Dekat film Sundul Gan: The Story of Kaskus
, , , ,

bjbWideScreen, Upaya Mendukung Industri Perfilman

coverbjbwidescreen


bjbWideScreen, Upaya Mendukung Industri Perfilman.


     Bicara tentang film maka tidak akan lepas dari penonton. Apalah artinya sebuah karya film jika tidak ada penontonnya, terlebih film-film yang sudah dilepas ke bioskop, maka murni harapan produser secara finansial sudah barang tentu minimal ingin BEP (Break Event Point) alias balik modal. Namun tidak hanya sebuah harapan, mutlak promosi harus dilakukan dengan berbagai strategi agar film tersebut mendapatkan penontonnya kecuali keberuntungan menyertai.


     Salah satu yang beruntung adalah film remaja romantis Ada Apa Dengan Cinta (AADC) yang dirilis pada tahun 2002. Secara mengejutkan film ini mampu menarik perhatian 2,7 juta orang untuk pergi ke bioskop dan disebut-sebut sebagai salah satu film penanda kebangkitan film Indonesia setelah belasan tahun mati suri. Setahun kemudian, masih film remaja mampu juga menyedot penonton sekitar 2,6 juta melalui film Eiffel I’m in Love. Selanjutnya film-film cinta remaja menghiasi layar bioskop Indonesia, sebut saja Apa Artinya Cinta? & Heart, setidaknya hingga awal tahun 2008 sebelum dipatahkan oleh Ayat-ayat Cinta.


Continue reading bjbWideScreen, Upaya Mendukung Industri Perfilman

Tuesday, 24 May 2016

, , , , ,

[AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA]: 4 Isu Penting dalam film Aisyah BKB

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=wbrtJJUtc-0[/embed]

Coba lihat trailer di atas? Apa tanggapan kamu terhadap film itu?



     Pertama kali saya menonton trailer Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara (Aisyah BKB) yang terbersit adalah film religi yang berat dan berbau ceramah. Terlebih, dimainkan oleh Laudya Cinthya Bella, uh, bagi saya tokoh Arini dalam Surga yang Tak Dirindukan, membuat saya malas untuk nonton film-film Bella selanjutnya. Termasuk Talak 3, jika bukan disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang berkolaborasi dengan Ismail Basbeth tentu sudah saya lewatkan pula film Talak 3. Lalu apa yg membuat saya ingin pergi ke bioskop dan nonton Aisyah BKB?


     Sutradara dan penulis skenario jaminan saya terhadap Aisyah BKB. Herwin Novianto pernah membuat saya terbelalak lewat Tanah Surga Katanya yang memenangkan penghargaan sebagai film terbaik di Festival Film Indonesia. Pun, Jujur Prananto selaku scriptwriter, tentu kita sudah tahu, beliau adalah salah satu penulis terbaik yang dimiliki bangsa ini. So, bagaimana Aisyah BKB ini hadir, apakah seserius trailernya?


Continue reading [AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA]: 4 Isu Penting dalam film Aisyah BKB

Thursday, 12 May 2016

, , , , ,

[MARS]: Melihat Acha, Raja Suka

Poster-Film-MARS
Lihat judul di atas, jurang antara angan-angan dan kenyataan yang terlampau mendalam. Xixixixi. Eh, Hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya juga diramaikan oleh film Indonesia yg mengusung tema pendidikan lho. Mengambil bintang utama dengan duet maut Acha Septriasa & Kinaryosih, film ini hadir untuk para penonton film Indonesia. Seperti apa filmnya?


Continue reading [MARS]: Melihat Acha, Raja Suka

Monday, 9 May 2016

, , ,

Media Gathering, Road to Fa8ulous G.H. Universal Hotel Bandung

GH_Cover

     Sudah sempat nonton film THE WEDDING & BEBEK BETUTU Oktober tahun lalu? Jika iya, pastinya kamu akan bilang ini film “Bandung Banget”. Bukan hanya menampilkan view-view cantik dari kota Bandung mulai Braga atau Alun-alun bahkan sang Walikota Ridwan Kamil pun turut serta menjadi cameo. Film ini mengambil latar tempat sebagian besar di hotel unik di kawasan Setiabudhi. Yupz, G.H. Universal Hotel yang memiliki 105 kamar.


     Rupanya hotel ini sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke delapan dengan tema #Fa8ulous yang tepatnya jatuh pada tanggal 16 Mei. Nah, dalam rangka merayakan hari jadinya, banyak rangkaian acara yang diadakan baik untuk kalangan internal juga masyarakat umum. Pingin tahu? Ini dia..


Continue reading Media Gathering, Road to Fa8ulous G.H. Universal Hotel Bandung

Wednesday, 4 May 2016

, , , ,

[SUPERDIDI]: Belajar Parenting dari ‘Pembajak’

Poster-film-Super-Didi


     Berbicara tentang pola pengasuhan dalam keluarga seringkali kita terjebak pada dikotomi pembagian tugas. Yupz, tugas suami atau ayah adalah kerja mencari nafkah sementara tugas istri / ibu mengurus anak di rumah. Sudah benarkah hal tersebut?


     Pakar parenting, bunda Elly Risman, seringkali mengatakan dalam seminarnya, bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja, narkoba, kecanduan games dan sejumlah bahaya negatif lainnya yang terjadi pada anak, jika dirunut ke belakang, pola pengasuhan menjadi salah satu faktor utamanya. Hilangnya sosok figur dari seorang ayah membuat pola pengasuhan anak tidak seimbang. Lalu bagaimana sebaiknya mengembalikan peran ayah ke dalam keluarga dan pola kerjasama suami istri yang baik?


Continue reading [SUPERDIDI]: Belajar Parenting dari ‘Pembajak’