Thursday, 31 March 2016

,

Apa yang Bikin Wajah Saya Bersih?

Bicara tentang perawatan wajah dan tubuh, sasaran utama memang kaum hawa. Eits, tapi jangan salah, kini perawatan juga milik kaum adam lho.

     Jika diadakan survey tentang cowok cuek yang tidak peduli terhadap penampilan, maka saya akan termasuk di dalamnya. Dari dulu saya tidak pernah merawat wajah dan tubuh selain dengan mandi saja, bahkan pencuci muka pun tidak saya pakai. Hal ini berubah drastis ketika saya diterima kerja di sebuah bank pada tahun 2011. Tentunya pekerjaan ini menuntut saya tampil lebih profesional alias lebih bersih kali ya, hehehehhe.

     Alhasil atas saran teman-teman saya nyoba berbagai macam produk pria yang bisa didapatkan di minimarket. Nah, saya sih nggak muluk – muluk pake krim siang krim malam atau produk pemutih apalah itu, saya cukup menggunakan pencuci muka saja. Terhitung sudah beberapa merek yang saya gunakan. 

     Saat itu, senior saya di kantor juga adalah marketing produk oriflame. Yach ditawarin dech produk FaceWash untuk cuci muka. Saya pikir oriflame hanya menjual produk perempuan. Ternyata kata senior saya ada juga untuk laki-laki. Akhirnya saya ambil dan beli produk itu karena engga enak sih sama senior, takut digebugin. Xixixixi


    Senior saya pun pindah ke bagian lain. Cukup senang, karena saya tidak akan ditawarkan lagi produk-produknya. Sebetulnya sih kalau produknya cocok saya beli dengan sukarela. Nah ternyata FaceWash ini cukup cocok dengan kulit muka saya yang kering kerontang (emangnya badan). Walah susah dong mau beli lagi, kalau mau hubungi senior malu soalnya pas pertama beli kan wajah saya terkesan terpaksa gitu.

     Akhirnya, kembali saya pindah pada produk pencuci muka yang ada di pasaran. Hingga suatu saat di acara blogger, saya berkenalan dengan salah satu blogger bandung bernama teh Amy. Beliau juga menjalankan bisnis oriflame sama seperti senior saya dahulu. Wah kebetulan banget, saya tanya-tanya dech, ketemu juga akhirnya product Face wash yang biasa saya pakai apalagi waktu itu sedang ada diskon.


     Sekarang, di tengah-tengah pekerjaan saya sebagai MC juga marketing yang menuntut penampilan menarik, Face Wash sudah pasti menemani. Lebih mudah juga untuk saya mendapatkan produknya karena tinggal menghubungi teh Amy di 085690499393 atau BBM 5A5F2F12.
Continue reading Apa yang Bikin Wajah Saya Bersih?

Friday, 25 March 2016

, , , ,

[LOMBA]: Menulis Apresiasi Film Indonesia berhadiah Total 3,5 Juta

banner lomba plimbicom


        Jika kamu menganggap bahwa film Indonesia itu berkutat di wilayah hantu-hantuan serta domain dada dan paha, memang benar. Itu terjadi saat zaman jahilliyah kedua (pasca tahun 2000) yakni sekitar tahun 2010/2011. Tapi, jika pendapat tersebut dipaksakan pada keadaan sekarang, hello, move on guys, Film Indonesia telah bangkit (meski tak bisa dipungkiri, sisa-sisa kebodohan itu masih ada). Data dari filmindonesia.or.id menunjukkan 2 tahun terakhir (2014,2015), 10 film Indonesia terlaris sudah lepas dari genre horror tersebut. Yupz, so stop bilang kalau film Indonesia itu cuman hantu-hantuan ya fren.!!!


        Lepas dari hantu-hantuan, terus katanya film Indonesia lebih diwarnai film-film religi lebay atau juga komedi-komedi bencong atau poligami atau juga cuman ngandelin latar luar negeri. Yupz, itu juga benar. Tapi, nggak semua religi lebay kok, beberapa judul bisa dijadikan standar film religi yang baik tanpa harus merasa digurui. Sebut saja Hijrah Cinta, Assalamualaikum Beijing, Mencari Hilal dan yang terbaru Waalaikumuusalam Paris yang dikemas secara komedi.




Punya unek-unek? Mau review film? Yuk Ikutin lombanya saja?



Continue reading [LOMBA]: Menulis Apresiasi Film Indonesia berhadiah Total 3,5 Juta

Wednesday, 16 March 2016

, , , , ,

[DREAMS]: Mengangkat Profesi Blogger

dreams-poster
Jika kamu bukan pecinta film Indonesia sejati yang tiap hari nongkrongin jadwal XXI atau juga Fatinistic fanatik, pastinya film ini akan luput dari perhatian kamu. Xixiixxi. Jangankan kamu, saya juga awalnya tidak tertarik untuk nonton film ini. Berangkat dari rasa memiliki satu marga dengan pemeran utamanya, Fatin Shidqia Lubis, saya Raja Lubis akhirnya menuju loket XXI Empire BIP dan membeli tiket film DREAMS untuk show pukul 18.40 WIB.


Continue reading [DREAMS]: Mengangkat Profesi Blogger

Saturday, 12 March 2016

, , , , , , , ,

Semangat Hidup Mia dan Jingga di Tengah Keterbatasannya


Percaya dalam gelap, sinarkan menyala harapan kan ada, berhentilah berputus asa, ku pasti bisa



        Penggalan lirik lagu di atas yang membangunkan saya setiap pagi, meski bukan lagu religi tapi setidaknya RAN bisa membantu saya untuk bangkit dan berdiri dari tempat tidur menuju toilet. Seperti biasa, ambil air wudhu dan kemudian shalat subuh. Ah, rupanya ini hari libur. Ingin rasanya kembali ke pulau kasur, namun cermin di depan kamar menarik saya untuk memperhatikannya lebih dekat. Rupanya sosok laki-laki ganteng dan penuh percaya diri yang saya lihat di cermin itu.


      Saya pun berbalik dari cermin itu dan mengambil secarik kertas di bawah meja. Itu adalah hasil medical test seminggu lalu. Yupz, saya sehat, tak ada penyakit apa pun yang mungkin akan bikin saya putus harapan. Cermin dan kertas itu mengingatkan saya untuk tetap bersyukur atas karunia yang telah Tuhan berikan. Alhamdulilah. Tapi kemudian saya bertanya, kenapa Tuhan tidak adil. Dua manusia, Mia dan Jingga tidak diberikan seperti apa yang Tuhan berikan pada saya. Mia divonis kanker paru-paru, sementara Jingga harus merasakan buta permanen dan menutup indahnya cermin itu. Mengapa?


Continue reading Semangat Hidup Mia dan Jingga di Tengah Keterbatasannya

Monday, 7 March 2016

, , , , , ,

[PESANTREN IMPIAN]: Proyek Iseng MD Pictures dan Asma Nadia?

Apa yang membuat sebuah pesantren ini begitu diimpikan para santrinya?

      Ada 4 hal yang menarik (yang bisa jadi modal awal) dari film Pesantren Impian yang menghipnotis saya untuk beli tiket dan duduk di kursi studio 4 XXI Empire BIP pada Jumat, 4 Maret 2016 show ke-2. Apa Saja?




  1. Film ini diadaptasi dari novel best seller (katanya) karya Asma Nadia. Seperti yang kita tahu, novel Asma Nadia menjadi yang paling laris di filmkan akhir-akhir ini, bahkan karyanya Surga Yang Tak Dirindukan menjadi film terlaris tahun 2015.

  2. Aktor utama film ini adalah Prisia Nasution. Ia adalah salah satu dari 3 aktor wanita favorit saya selain Acha Septriasa dan Revalina S. Temat. Demi apa saya hanya ingin nonton film ini karena memang ada Prisia Nasution. Apalagi film ini kembali mempertemukan Prisia dengan sutradara yang pernah mengantarkannya meraih piala citra Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI lewat Sang Penari, Ifa Isfansyah yang kembali duduk di bangku sutradara.

  3. Pesantren Impian juga diperkuat oleh aktor senior Deddy Sutomo yang meraih 3 penghargaan sekaligus di tahun yang sama yakni Pemeran Utama Pria Terpuji FFB 2015, Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2015 dan Pemeran Utama Pria Terpilih Piala Maya 2015

  4. Film ini mengusung genre thriller yang diembel-embeli dengan religi. Ya, thriller religi.


Apakah kekuatan itu menjadikan Pesantren Impian menjadi suguhan yang apik atau malah justru sebaliknya?

Continue reading [PESANTREN IMPIAN]: Proyek Iseng MD Pictures dan Asma Nadia?

Tuesday, 1 March 2016

, , ,

Aku dan Forum Film Bandung

Festival-2


    Bandung!!! Yach, pertama kali menginjakkan kaki di ibukota Jawa Barat ini pada tahun 2007 dengan niat kuliah. Berangkat dari Sukabumi menggunakan bus lalu turun di terminal Leuwi Panjang. Sebagai pendatang, tentunya saya belum mengenal daerah Bandung dan lalu lintasnya. Saat itu tujuan saya adalah sebuah kampus yang terletak di Jalan Dr. Djunjunan Terusan Pasteur No. 169. Dari terminal saya naik bus Damri dengan jurusan Leuwi Panjang – Ledeng. Harusnya saya turun di perempatan Pasteur yang dekat dengan R.S Hasan Sadikin, tapi saya malah turun di terminal Ledeng. Yach, ternyata kelewat. Lalu saya diminta sang kondektur bus untuk kembali naik Damri tersebut dengan jurusan sebaliknya dan diminta turun di perempatan Pasteur. Ok. Fix! Saya turun di perempatan. Saya putuskan untuk jalan kaki. Saya pikir alamat yang saya tuju itu dekat, ternyata??? Wow jauh. Saya jalan kaki dari perempatan Pasteur hingga Tol Pasteur, mantap!!!




Itu sekilas pengalaman pertama saya di kota Bandung hingga akhirnya saya kuliah selama 4 tahun lalu hijrah ke Jakarta. Tapi ada sesuatu yang bikin saya balik lagi ke Bandung hingga saat ini. Apakah itu?



    

Continue reading Aku dan Forum Film Bandung