Monday, 29 July 2013

, , , ,

Petualangan Trio Macan di Jogjakarta



Yupz, blogger postingan kali ini saya akan ngebahas petualangan Trio
Trio Macan (only at this post)
Macan di Kota Jogjakarta. Eitts, tapi bentar dulu ini bukan Trio Macan yang nyanyi Iwak Peyek apalagi Trio Macan (pake 2000) yang lagi happening di twitterland atas kicauan-kicauannya. Bingung juga sich, kok Macan bisa berkicau? heheheh. Lalu kalau bukan mereka siapa dong...??? Lets Go, saya akan perkenalkan dulu Trio Macan yang akan menjadi tokoh utama dalam postingan kali ini.

Saya akan perkenalkan Macan yang pertama yaitu saya sendiri. Nama saya Raja. Ayoo, ada yang bisa tebak yang mana saya? Yang jelas sebelah kiri saya adalah Macan 2 dan sebelah kanan saya Macan 3, berarti tahu dong yang mana saya? Siip betuul banget, saya yang tengah yang pake kaos batik. Lalu ada Macan 2 yang pake kaos berkerah warna biru. Namanya Adit. Hm, dia itu orangnya pendiam tapi baik hati. Pengagum NOAH sejati, malah gaya-gayanya suka dimirip-miripin ma vokalisnya si Ariel itu. Selanjutnya yang pake kaos berkerah warna merah, dialah si Macan 3, namanya Mega. Btw kaos yang dipake Mega ma Adit sama lho kawan, cuman beda warna aja, hahahah. Ada Apa ya? Biarlah itu urusan mereka berdua.

Kita mulai yuk petualangannya sekarang, ayo kita flashback ke masa lampau (agak lebay dikit padahal tuh baru awal Juni 2013 kemarin ini petualangan terjadinya.)

Minggu, 2 Juni 2013
Huft, nggak enak juga sich harus bepergian ke luar kota di hari Libur, tapi ya gimana lagi kami para Macan harus berangkat ke Jogja dalam rangka Jihad, hahah, tapi bukan Jihad perang ini Jihad melaksanakan tugas kantor. Kami berangkat dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Yach, kalau dari Bandung susah kalau mau naik Garuda, akhirnya kami naik "Singa Udara". dan ternyata delay dong kawan-kawan. Hm, tapi gak apa apa sich. Akhirnya kami harus menunggu sekitar 30 menit. Dan si singa itu pun datang. Kami berebut masuk (tapi nggak kayak rebutan sembako kok, soalnya pasti kebagian kan udah pada pegang tiket masing-masing). Si Singa muter-muter dulu di bandara sebelum akhirnya melesat jauh ke ketinggian. Wuih....kurang lebih satu jam sepuluh menit kami bertaruh nyawa di udara. Dan perlu kami syukuri, Alhamdulilah kami bisa tiba di Bandara Udara Adi Sucipto Jogjakarta dengan selamat. Sampai jumpa lagi ya Singa. Waktu menunjukkan pukul empat sore lebih dikit waktu Jogjakarta (hahah, gak ada perbedaan jam kok dengan Bandung). Kami pun menunggu driver yang katanya sudah standby untuk mengantar kami ke hotel untuk kami menginap. Yupz, ternyata kami dibawa ke Ibis Styles Dagen yang dulunya bernama All Seasons. Cukup rumit juga pemilihan hotelnya, karena saat itu musim liburan anak sekolah dan hotel-hotel pada penuh. Capek dan stress (lebay dikit) dalam milih-milih hotel, tapi kalau nanti lagi ke Jogjakarta, nggak usah pusing pikirin hotel. Caranya? Gampang tinggal pake jasa online booking hotelnya. Ok, back to topic, dan proses check in pun berlangsung. Kami mendapat kamar di lt.6.
Suasana Dalam Kamar Superior Ibis Styles Dagen
Ya, kurang lebih seperti inilah dalamnya kamar superior di Ibis Styles Dagen, dengan harga 600++, padahal kalo pake jasa online booking bisa hanya sekitar 400++, nyesel baru tahu voucher hotel sekarang. Ya sudah, akhirnya kami berpisah menuju kamar masing-masing, dan macan siap menerkam seluruh isi yang ada di dalam kamar sebelumnya telah disepakati oleh para macan, kami akan keluar (istilah kerennya hang out) mulai pukul 7 malam.

Tanpa menunggu lama jam 7 malam pun tiba dengan sendirinya. Bukan ke Jogja namanya jika tidak ke Malioboro. Kami cukup jalan kaki ke Malioboro mengingat jarak dari hotel kesana pun tidak terlalu jauh. Mulai dari Malioboro Atas hingga Malioboro Bawah (yang ada Mirota Batik) dan kemudian sampai di titik nol Jogjakarta. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Selatan (serasa film Kera Sakti) hingga sampai di alun-alun utara. Cukup lelah juga dan kami sadar belum mengisi bahan bakar untuk perut kami. Akhirnya kami memutuskan untuk naik becak. Berapa becak kawan? Cukup satu. Kami bertiga naik satu becak (sayang yang ini nggak ada fotonya) dan dibawanya kami oleh si abang (eh mas kali ya) tukang becak ke pusat gudeg yakni di Wijilan. Disinilah para macan menyantap gudeg. Jujur sich, saya pribadi nggak terlalu suka gudeg, kenapa? Aduh..manis banget. Soalnya udah manis, makan gudeg takut tambah manis. Wkwkwkwkwk. Engga denk, becanda. Memang saya nggak terlalu suka makanan yang manis-manis, beda dengan si Macan 3, maklumlah dia masih ada keturunan Jogjakarta juga.
Setelah dari Wijilan tentunya kami tak langsung balik ke hotel, dengan masih menggunakan becak kami berkeliling ke toko - toko sekitar alun-alun. Dipikir-pikir, kasian juga si mas becak, tapi ya bagaimana lagi, justru itu lah pekerjaannya. Dengan mengayuh becak setiap hari, mungkin beliau bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Ah ya sudahlah. Akhirnya kami memutuskan balik ke hotel. Hanya dengan 50 rebu perak (rupiah-red), kami puas berbecak ria dengan si mas yang ramah dan baik hati.

Senin, 3 Juni 2013
Hm, inilah hari pertama yang bisa dibilang menyebalkan. Kenapa? Karena kami ke Jogja tentunya dengan tujuan utama tugas dari kantor. Tugasnya adalah mengikuti pendidikan & pelatihan Manajemen Risiko Perbankan yang diselenggarakan oleh salah satu penyedia jasa training di Jogjakarta, mereka menyebut dirinya Conversa Indotama.
Diklat Manajemen Risiko Perbankan
Pelatihan dimulai pada pukul 08.30 WIJ (Waktu Indonesia bagian Jogjakarta), dan dibuka oleh direktur perusahaan tersebut. Menghadirkan akademisi dari Universitas ternama di Jogjakarta, membuat kami banyak menerima ilmu baru mengenai Manajemen Risiko Perbankan. Heheheh, tapi bagian ini tidak perlu saya ceritakan panjang lebar ya soalnya bukan pada tempatnya. Singkat cerita pelatihan selesai pukul 16.30 WIJ. Petualangan hari ke-2 di Jogja pun akan segera dimulai. Seperti biasa kami janjian hang out jam 7 malam. Tujuan utamanya adalah belanja oleh-oleh, Jadinya belanjanya dicicil, biar nggak numpuk pas di hari terakhir. Pastinya, Malioboro kembali menjadi favorit. Namun kali ini rute sedikit berbeda. Sebelum perjalanan, tentunya isi bahan bakar dulu. Tidak lagi ke Wijilan, namun kami memilih lesehan di Malioboro atas yang menyediakan banyak menu mulai ikan bakar, pecel lele hingga ayam bakar. Dalam masa penantian, menunggu pembakaran ikan (maksdunya ikan bakar), kami didatangi oleh seorang satria bergitar (tapi bukan Oma Irama) dan meminta izin untuk mendendangkan sebuah lagu. Pastinya, Jogjakarta milik Kla Project jadi andalan disini. Siapapun yang nyanyi (meski suaranya pas-pasan), lagu ini memang punya daya tarik yang kuat bagi para pendengarnya. Kami pun tak puas sampai disitu, sebelum satria bergitar itu berpindah tempat (ke bangku sebelah kami, dan masih kedengeran suaranya), kami request satria tersebut untuk menyanyikan lagu favorit kami. Saya request Sandiwara Cinta milik Repvblik, Adit request Separuh Aku nya NOAH, dan Mega, aduh saya lupa dia request lagu apa. Totally 7 lagu sudah yang satria bergitar tersebut persembahkan untuk kami, sebagai balasannya beberapa lembaran ribuan rupiah dan kepingan (100,200,500) rupiah seketika berpindah kepemilikan. Setelah bahan bakar dirasa cukup, perjalananpun dimulai. Kami susuri jalanan Malioboro dari satu toko ke toko yang lainnya. Tentunya kami memiliki kepentingan masing-masing. Belanja di Malioboro nggak akan pernah ada habisnya. Nah, jadi buat kawan-kawan yang akan mengunjungi Jogjakarta, carilah hotel yang deket-deket Malioboro ya, banyak kok mulai dari hotel berbintang hingga hotel yang seratus ribuan. Tapi kawan nggak usah pusing mikirin penginapan, ada voucher hotel ini. Hoaammm..Ngantuk juga lanjut ke cerita esok hari ya!!!
Trio Macan Dadakan (kok si saya jd chubby gitu)

Selasa, 4 Juni 2013
Hm, kegiatan hampir sama kalau di pagi hari, yakni menerima materi. Petualangan kita mulai dari sore hari aja ya. Skenario berpindah pada BlackBerry si Mega yang rusak. Dengan baik hati Conversa Indotama menawarkan diri untuk mengantar kami ke JogjaTronik.
JogjaTronik
Tampak Depan JogjaTronik. Klik Sumber
Waaw... ini kalau di Bandung, semacam BEC (Bandung Electronic Center). JogjaTronik dengan taglinenya Pusat ITnya Jogja, memang cukup lengkap dalam menawarkan barang - barang komputer dan electronic seperti game atau gadget lainnya. Setelah berputar-putar ria, kami menemukan Blackberry Service Center yang terletak di ujung (g tahu ujung selatan, utara, barat apa timur) JogjaTronik. Namun karena tidak bisa service langsung pada hari H, maka kami tidak jadi service disana dan memutuskan untuk kembali ke hotel saja. Kami istirahat kurang lebih satu jam saja, dan kembali pada pukul 7 malam petualangan dimulai. Nah, kami memulai petualangan dengan makan malam di Banyu Mili Restaurant. Ini service gratis dari Conversa Indotama untuk para peserta diklat. Hm, bagus juga strateginya. Kami pun diantar oleh mobil operasionalnya Conversa. Perjalanan malam yang gelap (ya iyalah, mana ada malam yang terang) dan juga dingin, tidak begitu terasa karena sepanjang jalan kami pun bersenda gurau. Oia, udah saatnya saya perkenalkan dua tokoh baru yakni Course Leader Conversa Indotama yang selalu setiap saat (Rexona kali ah) menemani kami, namanya Santy. Satu lagi driver yang sangat berjasa mengantar kami berkeliling kota Jogja, yang ini namanya ????... Aduh lupa denk beneran.. Heheeh, maaf ya...!!! Singkat cerita kami tiba di Banyu Mili Restaurant. Rupanya in restoran yang menyediakan Sea Food. Sebetulnya nggak terlalu spesial sich untuk makanannya, tapi yang spesial adalah fasilitas karaokenya. Hm, puluhan lagu kami nyanyikan. Setelah puas berkaraoke ria, kami pun memutuskan pulang ke hotel, namun sebelumnya kami sempatkan dulu kembali jalan-jalan ke Malioboro. Rasa lelah pun melanda, tak terasa, tubuh pun sudah berada di atas kasur di dalam hotel. Ah...Ajaib..Lanjut hari esok...
Si saya yang lagi duet dangdutan Kopi Dangdut di BanyuMili Restaurant

Rabu, 5 Juni 2013
Ini adalah hari terakhir pelatihan. Namun karena jadwalnya sudah dipadatkan, maka hari ini adalah saatnya rekreasi wisata kota Jogjakarta secara full time. Rombongan berangkat satu mobil yakni saya, Mega, Adit, Santy, Driver dan ada satu tokoh baru, sebuat saja Nita. Dia juga peserta pelatihan namun berbeda dengan pelatihan yang kami ikuti. Oia, kita mulai petualangannya. Tujuan pertama adalah Ullen Sentalu. Hah, apaan tuh? Jujur sudah beberapa kali ke Jogja tapi saya nggak tahu Ullen Sentalu. Selidik punya selidik ternyata Ullen Sentalu adalah sebuah museum tentang Keraton Solo dan Keraton Jogjakarta. Perjalanan kesana pun memakan waktu yang cukup lama. 2 jam kawan (ini dari Hotel Ibis Styles Dagen). Akhirnya tiba juga disana, dan kami pun tidak melewatkan foto-foto di depan museum karena kalau di dalam dilarang mengambil objek apapun.
Foto-foto di depan Ullen Sentalu sebelum masuk museum
Salah satu koleksi di Ullen Sentalu
Di Pintu Keluar Ullen Sentalu (emang macan yang satu ini mesum)
Hanya dengan 25rb perak, kami bisa masuk ke Ullen Sentalu (harga saat itu)
Bosan dengan Ullen Sentalu, kami pun melanjutkan petualangan. Namun sebelumnya kami singgah dulu di rumah makan di Jalan Cangkringan. Ah, nggak usah banyak diceritain kalau masalah makan, nanti kawan-kawan pada ngiler lagi. Hehehe. Lanjut kami ke pantai. Pantai mana? Parang Tritis? Oh, No...!!! Sebelum ke pantai, kami pergi ke bandara dulu, kebetulan Nita harus pulang ke Jakarta hari ini. Hm, sedih juga ya bersama dia hanya sebentar sekali, tapi yak nggak apalah, mudah-mudahan bisa ketemu lagi di lain waktu. Now, saatnya pantai........!!!
Bukan Parang Tritis yang kami kunjungi, ternyata Jogja punya pantai yang tak kalah dan indah bagusnya dibanding Parang Tritis. Apa itu? Ini dia Indrayanti Beach. Nah, bagaimana penggambarannya lihat saja gambar-gambar hasil jepretan kami ya, pokoknya pantainya bersih, pasirnya putih dan keren banget, nyesel kalau ke Jogja nggak ke Indrayanti.
Welcome Drink (minumnya air laut) Indrayanti Beach



Woiz, lelah juga bermain pasir dan berfoto ria di Indrayanti Beach, bener-bener keren. Kami pun pulang lepas Magrib. Perjalanan memakan waktu 2 jam. Kami pun tertidur dalam perjalanan pulang. Saking lelapnya, hingga kami pun bermimpi kalau kami belum beli bakpia. Sontak kami terbangun, wkwkkwkw, lebay banget. Kami pun mampir dulu ke bakpia 24, lupa daerahnya dimana. Setelah beli kami singgah sebentar ke Malioboro, tepatnya ke Mirota Batik, namun sayang sudah tak menerima pengunjung alias tutup. Kami pun memutuskan untuk diantar pulang ke hotel aja, kasian juga driver sekaligus fotografer yang sudah temani kami seharian. Tiba di Ibis Styles, kami istirahat sebentar dan Santy dan driver pun balik ke habitatnya. Hahahha, kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro, disini dimulai kembali petualangan. Maklum ini malam terakhir dan kami harus segera membeli apa yang belum dibeli, karena besok harus sudah pulang. Kami pun memilih untuk makan dulu, trauma dengan gudeg yang terlalu manis, dan lesehan yang kurang cocok dengan lidah kami selaku orang sunda, tak ada pilihan lain, KFC. Waduh, jauh-jauh ke Jogja, kok makannya di KFC?. 
Ternyata Malioboro semakin malam semakin rame. Banyak juga musisi jalanan yang beraksi. Namun sayang saya tak sempat mendokumentasikannya, tapi biar kawan nggak penasaran, saya kasih video bagaimana suasana malam di Malioboro yang diambil waktu saya ke Jogja sekitar April tahun 2012.

Kamis, 6 Juni 2013
Ini adalah hari terakhir. Kami harus pulang kembali ke Bandung dengan pesawat pukul 13.00 WIJ. Eh ternyata kami harus kembali bertemu dengan si Singa, hehehehe. Dari pagi waktu kami habiskan untuk packing barang dan oleh-oleh, alhamdulillah koper ternyata naik 5 kg. Hahah, ini nih sebagian oleh-oleh yang akan kami bawa pulang ke Bandung.
Sebagian oleh-oleh
Kami pun checkout sekitar pukul setengah dua belas. Driver sudah menunggu untuk mengantar kami ke bandara. Tak terasa petualangan kami harus berakhir. Namun masih ada pertaruhan nyawa, saat terbang tinggi bersama si Singa Udara. Singkat cerita kami tiba kembali ditempat awal kami berangkat, Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kami pun pulang ke kandang masing-masing. Dan akhirnya selesai sudah petualangan Trio Macan di Jogjakarta. Sampai ketemu di lain waktu dan cerita ya kawan....




Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba blog contest yang diselenggarakan oleh Voucher Hotel, for more info klik link berikut aja ya kawan, ..
oia, kawan semua foto, video dan dokumentasi lainnya yang ada di postingan ini bersumber dari pribadi, kecuali yang sudah disebutkan sumbernya.
Continue reading Petualangan Trio Macan di Jogjakarta

Tuesday, 23 July 2013

, , , , , , , , , , , , , , ,

LAGU - LAGU KENANGAN

Huft, dari judulnya lagu - lagu kenangan, mungkin wordpresser menyangka yang akan aku posting adalah lagu-lagu dari masa lalu, mungkin bisa jadi iya, tapi dalam postingan kali ini adalah lagu - lagu yang bersejarah dalam kehidupan aku. Langsung aja yuk, cekidot...!!!





  • Berakhir Pula - Meggy Z.




Kok lagu dangdut? Yupz ini lagu yang aku nyanyikan saat pertama kali mengikuti lomba karaoke dalam rangka memeriahkan HUT RI. Agak-agak lupa sich, tahun berapa yang jelas saat itu aku masih duduk di bangku SD. Alhamdulilahnya aku dapet juara harapan I alias juara IV. Ya itu pertama kalinya aku berani tampil di depan publik untuk menyanyi.





  • Kehilangan - Rhoma Irama




Hm, lagi - lagi lagu dangdut. Sepertinya ada darah dangdut yang mengalir dari ibuku yang juga seorang penyanyi dangdut. heheheh. Back to topic. Lagu kehilangan ini aku nyanyikan berduet bersama rekan aku di duo Blackwhite, sewaktu acara perayaan tahun baru 2012. Acaranya sekitar dari pukul 17.00 hingga dini hari 1 Januari 2012. Kebetulan memang pengisi acara adalah dari manajemen artis di SUkabumi tempat aku bergabung disana. Acaranya pun meriah berupa dance, drama, karaoke dll. Nah, selain nyanyi aku juga kebagian peran pendukung dalam drama tahun barunya yang peran utamanya dipercayakan kepada rekan duet aku sendiri.





  • Malam Terakhir - Rhoma Irama feat Rita S. (atau NoerHalimah ya aslinya)




Kembali lagu dangdut menyapa. Lagu ini sering banget aku nyanyiin pas di nikahan, baik itu yang grentongan (nikahan temen), ataupun juga yang panggilan. Lagu ini juga sempat aku nyanyiin di nikahan rekan kantor aku di Singaparna. Selain itu saat ada EO yang ngundang aku gathering salah satu perusahaan transportasi aku juga nyanyiin lagu ini. Nah artikelnya bisa dibaca disini.


fotomalamterakhir





  • Mengenangmu - Kerispatih




Lagu ini adalah lagu yang kujadikan andalah saat Audisi Indonesian Idol 2007. Lagunya tergolong new entry saat itu, dan tingkat kesulitannya pun cukup tinggi. Alhamdulilah lewat lagu ini aku bisa berhasil ke babak selanjutnya dan petualangan dilanjutkan esok harinya.





  • Tanpa Kekasihku - Agnes Monica




Nah, ini dia lagu yang aku bawain di Audisi Indonesian Idol setelah lolos melewati Mengenangmunya Kerispatih. Lagu ini aku ambil dengan pertimbangan bahwa aku akan berbeda menyanyikannya dengan penyanyi aslinya. Hm, sudah jelas secara dia cewek dan aku cowok. Lagu ini pun mengantarkan aku meraih kesempatan bernyanyi lagi. Lagu apa? cek dibawah lagi ya!!





  • Cinta - Melly Goeslaw feat Krisdayanti




Nah ini dia lanjutan dari Tanpa Kekasihku yang mengantarkanku berkesempatan nyanyi di Indonesian Idol. Namun sayangnya Cinta ini yang menghentikan langkahku berjuang di Indonesial Idol 2007.





  • Darah Muda - Rhoma Irama




Lagu ini diaransemen berbeda oleh sebuah band ternama (menurut saya) LIQUID. Band yang beranggotakan aku sendiri (vokal). Rimba (Drum), Bowo (Guitar), Aha (Guitar) dan FikrFerd (Keyboard) ini mencoba peruntungan di audisi perpisahan SMA (lebay ya, kirain dapur rekaman) dengan membawa lagu Darah Muda diaransemen sedikit pop dengan sentuhan rock namun tak menhilangkan unsur aslinya yakni Dangdut. Apa kabar ya LIQUID sekarang?





  • Kenangan Terindah - Samsons




Kenangan terindah mampu meloloskan aku menjadi seorang mahasiswa sekaligus santri di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Bagaimana ceritanya? Ikuti sebentar dulu yach!! Nah saat itu ada test daerah dan perguruan tinggi tersebut menjaring peserta potensial dari daerah di Jawa barat salah satunya Sukabumi. Singkat cerita saat tes wawancara, si pewawancara lihat CV yang aku kasih, memang aku tuliskan aku hobby nyanyi. Si pewawancara meminta aku nyanyi, dan tanpa pikir panjang yang terlintas adalah lagunya Kenangan Terindah milik Samsons. Selesai di reff, si pewawancara bilang ya kamu lolos. Alhamdulilah makasih ya ALLAH atas Kenangan Terindahnya.





  • Bulan - Radja (dan lagu-lagu Radja lainnya)




4wpAwal ketertarikanku terhadap lagu atau musik adalah ketika mendengar lagu Bulan milik grup band Radja. Saat itu aku pikir Bulan yang dimaksud dalam lagu adalah Bulan satelitnya Bumi namun ternyata adalah Januari, Februari, Maret dst. Liriknya yang kreatif dipadu dengan suara khasnya Ian Kasela, membuat aku menyenangi Radja. Bahkan hingga detik ini, band favoritku masih Radja. Lagu - lagu radja aku simpan apik di laptopku bahkan sebagian besar lagunya aku masukin di playlist HP. Pokoknya Radja is the best.





  • Sebelum Cahaya - Letto




Lagu ini aku nyanyiin atas request kakak dari jurusan akuntansi saat demo HIMA di acara LDKM 2007. Karena lagu ini aku mendapat kenang2an berupa frame foto yang sampai saat ini masih terpampang indah di kamarku tentunya bersama foto aku yang ganteng. Heheheh, sedikit narsis!!!





  • Percaya Padaku - Ungu




Lagu ini aku jadikan backsound sebuah video yang aku buat sendiri untuk wanita pujaan aku pada pertengahan Oktober tahun 2010. . Sekedar promosi video ini sudah sy upload di YouTube, search aja username saya r4dzML, atau cekidot dibawah ini dech







Nah sekian dulu aja yach, klo sobat wordpress ada juga lagu kenangan?

Continue reading LAGU - LAGU KENANGAN

Sunday, 14 July 2013

, , , , , , , , ,

Selamat Ulang Tahun Samsung Galaxy Wonderku


     Hm.. malam ini kepikiran nulis sesuatu yang sudah nemenin aku selama satu tahun. Yupz, dia adalah handphone Samsung Galaxy Wonder. Selamat ulang tahun ya. Hehehe.. Tepat satu tahun lalu yakni 14 Juli 2012, nih HP sudah ada di genggamanku, bagaimana ceritanya ikutin yuk?

     Pembelian HP ini melalui serangkaian proses yang panjang (ahah, lebay). Latar belakangnya, untuk mengganti HP I-Mobile 300 aku yang sudah rusak. Aku pingin beli HP yang OSnya ANDROID dengan rentang harga 2 - 3 juta, maka dimulailah petualanganku dengan konsultansi ke IT Konsultan pribadiku. Hahha, sebetulnya dia sahabat SMAku yang jago IT. Dari dialah muncul Samsung Galaxy Wonder yang sebelumnya mengalahkan Sony Experia dan LG Optimus di rentang harga yang sama. Setelah memantapkan hati, pergilah aku ke BEC (Bandung Electronic Center), pastinya pusat elektronik terbesar dan terlengkap di Bandung. Naik turun tangga berjalan, muter-muter, hingga sampailah aku di suatu toko. Tanpa basa - basi aku langsung tanya si penjaganya mengenai Samsung Galaxy Wonder. G usah banyak mikir, langsung fix untuk beli. Alhamdulilah dengan harga 2,7 juta, Galaxy Wonder tersebut pindah kepemilikan. Oia, hp itu aku beli dari gaji pertama aku kerja dan hanya menyisakan 34rb doang, hahahah, jadi ketahuan dech gaji aku berapa.

     Nah, di bahasan kali ini aku pingin berbagi pengalaman selama satu tahun aku pakai dia. Nih hp banyak kelebihan sebetulnya, sudah banyaklah situs-situs yang review kelebihan hp yang satu ini. Yang paling aku rasakan adalah kemampuan MP3 nya bagus, maksudnya suara yang dihasilkan jernih. Di hp ini aku simpan sekurangnya 200 lagu tentunya hanya lagu Indonesia (because I Love Indonesia). Selain itu, banyak aplikasi yang aku install. Apa aja? Tentunya WhatsApp, Line, WeChat, Facebook, Twitter, Firefox, Instagram, LinkedIn, Wordpress, Badoo, RajaKamar, Carrefour, Path dan tentunya aplikasi bawaannya. Bentuknya yang simple dan desainnya yang menarik (menurut aku) sangat cocok untuk digunakan kalangan muda seperti aku. Hehehe, dengan support kamera 5 MP, cukuplah untuk bernarsis-narsis ria kemanapun aku pergi.


Gambar ini ngambil dari sini

     Sejauh ini sich aku masih aman-aman saja menggunakan hp ini, belum ada niat ganti, tapi kalau beli lagi pingin. Oia, selama satu tahun, baru sebulan lalu ganti baterai, karena baterai kembung, Ini sih murni kesalahan aku, karena suka nge-cas pas tidur, jadinya kelamaan. Ya, terpaksa beli kembali baterainya di BEC, harganya 165rb, kata si counternya sih ORI.

     Aduh udah ngantuk nih, sekian dulu aja dech ya, sekali lagi Selamat Ulang Tahun yang Pertama buat Samsung Galaxy Wonderku, makasih banyak ya udah nemenin aku setahun ini. Moga-moga masih bisa nemenin aku di tahun-tahun berikutnya. Amieeeen..!!!!


Yang ini document pribadi


Continue reading Selamat Ulang Tahun Samsung Galaxy Wonderku