Tuesday, 21 May 2013

Saturday, 18 May 2013

, , , , , , ,

Road To Festival Film Bandung 2013 (Part I) - Film Terpuji

Satu lagi, penghargaan bagi dunia perfilman Indonesia akan segera dimulai. Yupz, Festival Film Bandung 2013. Sebanyak 13 kategori untuk film nasional, 12 kategori untuk sinetron dan 8 genre asing akan diperebutkan dalam ajang bergengsi ini. Jika dilihat dari keseluruhan nominasi maka dapat disimpulkan film-film inilah yang akan bersaing. Siapa saja mereka?


1. Tanah Surga Katanya


2. Habibie & Ainun


3. Gending Sriwijaya


4. 9 Summers 10 Autumn


5. 5 CM


6. Madre


7. Rayya : Cahaya di Atas Cahaya


8. Sang Martir


9. Ambilkan Bulan


10. Test Pack : You're My Baby


11. Cinta Tapi Beda


12. Perahu Kertas


13. Bidadari - Bidadari Surga


14. Soegija


15. Mursala


Hanya 15 (lima belas) film dari 94 judul film Indonesia yang mampu bersaing memperebutkan 13 nominasi film bioskop. Perlu saya akui, perkembangan film Indonesia sejak awal tahun 2012 hingga detik ini terus mengalami perkembangan pesat. Film-film yang dihasilkan pun cukup bervariasi. Meski memang tidak semua yang berkualitas itu masih menjanjikan popularitas.


Dalam part 1, ini saya akan ulas peluang untuk nominasi film Terpuji. Tahun 2012 lalu, Sang Penari, The Mirror Never Lies, Di Bawah Lindungan Ka'bah, Hafalan Shalat Delisha dan Pengejar Angin bersaing memperebutkan film terpuji FFB 2012. Sang Penari yang menang di Festival Film Indonesia 2011 sebagai film terbaik mengalahkan The Mirror Never Lies, namun di FFB tahun lalu The Mirror Never Lies berhasil mengalahkan Sang Penari untuk kategori Film Terpuji 2012. Bagaimana dengan tahun ini ?


5 Film teratas dari urutan 1-5 yang sudah saya sebutkan di atas yakni Tanah Surga Katanya, Habibie & Ainun, Gending Sriwijaya, 9 Summers 10 Autums dan 5 CM akan bersaing meraih predikat film Terpuji FFB 2013. Bagaimana peluang mereka???


Saya mulai dengan film 9 Summers 10 Autums. Film ini mungkin film terbaru yang rilis di bioskop dibanding 4 film pesaingnya. Film yang bercerita tentang tema keluarga yang diangkat dari novel laris dengan judul yang sama ini, digarap apik oleh Sutradara Ifa Isfansyah peraih Piala Citra kategori Sutradara Terbaik FFI 2011. Dibintangi oleh Ihsan Idol dan juga Agni Pratistha, film ini mampu menyajikan suatu hal baru. Peluang untuk menang di FFB 2013 sepertinya cukup besar dan film ini layak berada di nominasi film terpuji. Satu hal yang bisa diambil setelah nonton film Ini adalah Family is Important.


Lanjut ke film kedua yakni Gending Sriwijaya. Film yang digarap sutradara kenamaan hanung Bramantyo ini tentu sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Di film ini juga, Hanung berhasil mengolah seorang "Julia Perez" menjadi aktris film berkualitas yang memang mengandalkan kemampuan akting bukan jual keseksian semata. Secara komersial film ini memang kalah gandrung oleh 9 Summers 10 Autums. Saya rasa ini film Hanung yang paling kurang terdengar gaungnya. Namun begitu, film yang menyajikan tema kolosal dan menurut saya bukan film sejarah murni, berhasil dalam hal sinematografi dan kemampun akting para tokohnya seperti Agus Kuncoro Adi dan Sahrul Gunawan. Apakah Gending Sriwijaya layak menjadi film Terpuji FFB 2013?


Kita simak ulasan film ketiga Habibie & Ainun. Film yang diangkat pula dari novel best sellers berdasarkan biografi dan kisah nyata Mantan Presiden RI BJ Habibie dan almarhumah istrinya ini, berhasil menjadi film yang paling sukses meraup jumlah penonton di tahun 2012. Kemunculan film ini di penghujung tahun, bahkan membuat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tak mau ketinggalan menyaksikan film ini. Menurut saya, karena film ini melirik seluruh segmentasi pasar, baik dari usia muda atau tua, kalangan pelajar maupun pemerintahan, ataupun dari profesi apapun. Akting apik yang disuguhkan Reza Rahadian & Bunga Citra Lestari membuat detik demi detik penyajian film ini begitu bermakna. Diiringi soundtrack "Cinta Sejati" yang dinyanyikan langsung oleh pemeran utama wanita dan diciptakan oleh composer ternama negeri ini, Melly Goeslaw membuat para penonton ikut hanyut dan larut dalam kisah. Akankah Habibie & Ainun yang akan menjadi pemenang?


Lanjut ke film keempat. Sebelum Habibie & Ainun booming, seminggu sebelumnya sudah hadir film 5 CM, yang juga sukses di pasaran. Kembali diangkat dari sebuah novel film ini mampu menghipnotis penonton khususnya segmen remaja dan dewasa usia 25-30 tahun. Dibintangi oleh Fedi Nuril sang "Fachri" dalam film fenomenal Ayat-ayat Cinta, dibantu oleh Denny Sumargo pebasket nasional, Igor Saykoji, Pevita Pearce, Ralina Shah dan Herjunot Ali film ini memang mampu menyajikan sesuatu yang apik. Menghadirkan keindahan alam Mahameru yang disajikan dengan begitu sempurna. Film ini sempat saya buat ulasannya, untuk lebih lanjut silakan KLIK DISINI. Bagaimana apakah anda memilih 5 CM sebagai film terpuji?


Ini dia film terakhir. Tanah Surga Katanya. Jujur saya nonton film ini karena penasaran. Kenapa film ini berhasil meraih film terbaik Festival Film Indonesia 2012 mengalahkan film Demi Ucok, Lovely Man, Rumah di Seribu Ombak dan Soegija. Memang sich nominasi di FFI kebanyakan film-film yang gaungnya kurang terdengar di pasaran, dan hal ini pun sudah terjadi berkali-kali seperti di tahun 2008 yang nominasinya hampir seluruhnya adalah film Fiksi, 3 Doa 3 Cinta, Claudia/Jasmine, May dan Under the Tree. Nggak pada tahu kan? heheheh. Back to topic Tanah Surga Katanya, mohon maaf ya, kalau untuk film ini saya nontonnya di Youtube tidak di bioskop karena kalau nggak menang FFI mungkin saya nggak akan nonton. Tapi sungguh film nasionalisme ini menyajikan tata skenario yang asli dan baik, akting dua bocah yang natural dan lokasi memang di perbatasan Kalimantan. Sungguh indah menguras emosi dan mencampur adukkan semua rasa.


Huft,capek juga ya..Ok setelah di review lima film tadi, dan saya setuju dari lima belas film yang masuk seluruh nominasi lima film diatas yang paling pantas meraih nominasi Film Terpuji FFB 2013. Namun tentunya saya harus memilih satu, pertimbangan saya tentunya Akting Para Pemain, Kolaborasi Para Pemain, Popularitas Film, Aspek Penunjang Produksi (seperti tata naskah, tata musik, tata kamera dlsb), tapi yang terpenting adalah isi cerita dan esensi makna yang ingin disampaikan. Kelimanya sungguh bagus, namun karena tetap harus memilih maka saya memilih HABIBIE & AINUN. Bagaimana dengan anda ???


[polldaddy poll=7112229]

Continue reading Road To Festival Film Bandung 2013 (Part I) - Film Terpuji

Wednesday, 8 May 2013

, ,

DANGDUT IN CIWIDEY

      Kali ini, aku akan bercerita tentang kegiatan beberapa minggu yang lalu, tepatnya hari Rabu, tanggal 24 April 2013. Hari itu adalah hari terakhir/penutupan untuk Pelatihan Pengenalan Perbankan Frontliners Angkatan 10. Maklum, kerja sebagai PIC Diklat atau semacam EO cukup menguras waktu dan tenaga serta pikiran. Namun beginilah ekrja tak ada yang mudah. Semua penuh tantangan. Acara penutupan selesai lebih dari waktu magrib sekitar setengah tujuh malam. Malam itu, aku sudah janji untuk menjadi MC dikontrak (bahasa gayanya), oleh sebuah Event Organizer di acaranya. Acara berlangsung di ciwidey. Ini kali pertamaku ke ciwidey, hahaha, katrok ya. Sepanjang perjalanan hawa dingin terus menyelimuti, aku yang masih berpakaian kantor masih ngerasa kedinginan meski sudah menggunakan jacket. Tiba disana sekitar pukul sembilan malam, dan langsung di daulat untuk nyanyi. Wah, bingung plus kikuk. Ditengah kebingunganku tersebut yang terlintas dibenakku adalah lagu Malam Terakhir yang dipopulerkan Rhoma Irama. Saat itu, aku duet dengan rekanku, Shilla.
Nah, yang pake jacket Neps (ada logo N) nya itu aku.. hahahah, dangdut In Ciwidey. Suaraku sich nggak bagus-bagus amat, tapi kata orang untuk karakter dangdut pas banget. Oia, ini bukan pertama kalinya aku nyanyi di depan khalayak ramai, ahahahhah. Aku pernah juga ikut Audisi Indonesian Idol tahun berapa ya lupa, yang jelasnya angkatannya Ihsan dan Rini. Terus juga kalau dinikahan sering banget tuh nyumbang lagu, wkwkwk, so, kalau ada yang mau "order" buat nyanyi contact aku aja ya.. heheh

Balik lagi ke dangdut in ciwidey, ternyata eh ternyata itu acara gathering dari salah satu perusahaan transportasi di Indonesia. Para peserta pun antusias, setelah Malam Terakhir, aku kembali didaulat berduet dengan salah satu peserta untuk menyanyikan lagu Jangan Ada Dusta Diantara Kita. Namun sayang, peserta menginginkan versi Rossa, di keyboard adanya versi jadul. ya oiz lah jalan aja.

Tiba dipenghujung acara, kembali kami beramai-ramai mendendangkan lagu medley. Dimulai dari Karmila, Rindu, Six Asix dan penghujung lagu Kemesraan dan Kapan-Kapan. Sungguh acara buatku begitu menyenangkan, begitu hidup dan begitu berwarna. Akhirnya aku pulang sekitar pukul sebelas malam dan kembali tiba di kostanku sekitar tengah malam. Met jumpa lagi ya, jangan kapok untuk ajak-ajak aku nyanyi lagi...


Continue reading DANGDUT IN CIWIDEY